oleh

“Kopi dan Pantai”, Eksplorasi Eksotisme Halmahera Lewat Sebuah Lagu

Jazirah Indonesia – Dibilang sekedar menjalani hobi di bidang musik selain profesi utama yang digelutinya, namun Koko Halmahera dikenal piawai, kini siap merilis album keduanya, bertajuk “Hujan atau Rindu”, setelah Album pertama “Arus Waktu” yang cukup sukses menarik perhatian pecinta musik Indonesia.

Uniknya, salah satu lagu di album pertama, yaitu lagu “Kopi dan Pantai” kembali dihadirkan di Album Kedua dengan menghadirkan penyanyi lain yaitu Nanda Monica.

“Kopi dan Pantai”, karya Koko Halmahera adalah hasil dari eksplorasi tentang keindahan dan kekayaan alam di jazirah Maluku Utara (Malut) ketika sang penulis lagu menjalani perannya sebagai praktisi pemberdayaan masyarakat di Halmahera Timur (Haltim).

Video: “Kopi dan Pantai” di album kedua. Duet Koko Halmahera dan Nanda Monica

“Kekaguman dan kecintaan akan keindahan dan kekayaan alam Halmahera menjadi inspirasi saya dalam menuliskan lagu Kopi dan Pantai”, ungkap Koko Halmahera.

Semua pihak Kata Koko, bisa mengambil peran dalam mengembangkan dan mengoptimalkan sumberdaya alam di Malut, termasuk para musisi.

“Musisi dapat memperkenalkan kekayaan alam yang ada, baik kepada masyarakat di Malut maupun masyarakat di luar Malut melalui lagu”, kata pria alumni IPB angkatan 32 ini.

Dalam Lagu Kopi dan Pantai yang diaransemen musiknya oleh John Syahdi Abdillah, dirinya selain mengungkap kekaguman alam alam Halmahera, juga mencoba menuang kata hati dan pikiran tentang kerinduan dan kesetiaan pada keluarga saat harus menjalankan tugas di Halmahera.

Harapan Koko melalui lagu Kopi dan pantai, banyak orang yang tertarik dengan Kopi Halmahera, dan datang ke Halmahera untuk menikmati keindahan alam dan budaya.

Koko juga berharap semakin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi dalam mengelola sumberdaya alam secara berkelanjutan, serta bersama-sama dengan masyarakat dan seluruh stakeholder membangun Halmahera dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bagian timur nusantara ini.

Lagu Kopi dan Pantai, berkat dukungan rekan-rekan yang selalu memberikan support dan semangat yang luar biasa dalam mempromosikan lagu ini berhasil menduduki peringkat pertama dalam ajang Grand Final Distrosi Chart 2020 yang merupakan puncak kegiatan Distorsi Playlist yang diikuti oleh ratusan lagu karya musisi dari berbagai daerah di tanah air.

Distorsi Musi Indonesia adalah sebuah komunitas musisi dan penulis lagu terbesar di Indonesia yang beranggotakan lebih dari 10,000 orang dari berbagai daerah di tanah air.

Dengan menjadi pemenang dalam ajang yang diselenggarakan oleh komunitas ini, menunjukkan bahwa lagu dengan tema lokal juga bisa mendapatkan perhatian banyak orang.

Koko Halmahera, musisi yang berkarya di Haltim ini, telah siap merilis album ke-2 nya yang bertajuk “Hujan Atau Rindu”. Album berisi lagu beragam genre ini, dinyanyikan oleh dirinya dan penyanyi berbakat Nanda Monica yang meruakan jebolan ajang The Voice Kids Indonesia Tahun 2018.

Baca juga: Musisi dari Haltim Rilis Album ke-2 Bertajuk “Hujan atau Rindu”

Album Pertama yang berisi 10 lagu yang sudah berhasil mendapatkan perhatian para pecinta music, Koko Halmahera kini melanjutkan karya-karyanya dengan lagu-lagu beragam tema dan menggabungkan beberapa genre musik.

“Album ke-2 ini mengangkat tema cinta, kemanusiaan, keindahan alam dan budaya Indonesia, dan ajakan untuk mencintai sesama manusia, lingkungan, tanah air dan bangsa”, kata Pria yang juga sebagai pengusaha di bidang distribusi music dan CEO di PT. Gema Nada Suara.

Nanda Monica dipilih untuk menyanyikan beberapa lagunya karena dianggap sebagai salah satu symbol perjuangan generasi penerus bangsa dalam meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan dan pengembangan talenta.

Perjuangannya untuk melanjutkan sekolah dan terus mengembangkan talentanya, patut untuk dicontoh oleh generasi muda lainnya.

“Banyak “Nanda Monica” lainnya di Indonesia yang perlu didukung dan diberikan ruang seluas-luasnya untuk maju dan berkarya demi kejayaan Indonesia dan masa depan yang lebih baik”, Ucap Koko.

Penulis : Nazir
Editor : Nazir

banner 1200x500

Komentar