oleh

Presiden Jokowi Resmi Bandara Kuabang di Halut

banner 1200x500

Jazirah Indonesia –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan terminal penumpang Bandar Udara Kuabang, Kao di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut). Kedatangan Presiden dijemput Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Plh Bupati Halmahera Utara Yudihart Noya serta unsur pimpinan daerah di Maluku Utara.

Bandara Kuabang sendiri memiliki fasilitas landasan pacu sepanjang 2.400 meter dengan lebar 30 meter dan landasan hubung sebesar 100×23 meter yang dapat melayani penerbangan pesawat jenis ATR 72-600, Boeing 737-800, dan Airbus A320. Bandara tersebut mampu melayani hingga 160.000 penumpang per tahun.

Dalam sambuatannya, Jokowi mengaku banyak yang bertanya kenapa infrastruktur menjadi fokus utama dalam pembangunan di Indonesia.

“Perlu saya sampaikan bahwa infrastruktur itu bukan hanya fisiknya, tetapi banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur. Infrastruktur itu adalah membangun peradaban. Ini yang nggak, sering kita nggak sadari bahwa infrastruktur itu membangun peradaban,” kata Jokowi dalam sambutannya di bandara Kuabang, Halmahera Utara seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (24/3/2021).

Jokowi membayangkan jika tak ada infrastruktur, sulitnya akses sebelum ada jalan dari Halmahera Utara menuju Sofifi (Ibukota provinsi Maluku Utara). Kini masyarakat bisa naik, motor, hingga mobil.

“Misalnya sekarang ada bandara. Artinya apa. Kita harus disiplin tepat waktu karena datang ke bandara untuk terbang ke kota lain dan waktunya, jamnya, sudah ditentukan. Kalau tidak, berarti ditinggal pesawat, itu juga membangun kedisiplinan baru, membangun peradaban,” katanya.

Selanjutnya menurut Presiden, pembangunan infrastruktur juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. Jokowi ingin Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain.

“Yang kedua, membangun sebuah daya saing, membangun competitiveness agar kita bisa berkompetisi dengan daerah yang lain, bisa berkompetisi dengan negara-negara lain. Ini juga yang kita harus tahu semuanya bahwa membangun infrastruktur bukan melulu fisik, tidak. Tetapi kita membangun sebuah kompetisi membangun sebuah competitiveness, daya saing dengan negara lain,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Kata Jokowi, pembangunan infrastruktur juga semata-mata untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia menegaskan pembangunan harus merata di seluruh daerah di Indonesia.

“Banyak yang saya dengar, ‘Pak, jalannya yang dibangun jangan hanya yang di Jawa saja, airport-nya, bandara udara, juga jangan di Jawa dan Sumatera saja. Kami di bagian timur juga memiliki hak yang sama untuk memiliki airport, memiliki jalan yang baik dan keinginan itu betul.’ Sekali lagi bahwa pembangunan ini juga untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur juga dapat mempersatukan bangsa Indonesia. Akses antar daerah lebih mudah di jangkau.

“Keempat menyatukan, membangun persatuan dan kesatuan kita. Menyatukan antardaerah, antarkabupaten/kota, antarprovinsi, antarpulau, antarwilayah sehingga kita bersatu dari Halmahera Utara bisa terbang ke Jakarta, bisa terbang ke Aceh, bisa terbang ke Kalimantan, juga bisa terbang ke timur ke Papua, ini bisa menyatukan,” beber Jokowi.

Terminal penumpang Bandara Kuabang memiliki luas 3.500 meter persegi ini dibangun mulai tahun 2016 – 2019 dengan nilai investasi sebesar Rp50,82 miliar. Jokowi berharap keberadaan Bandara dapat member manfaat ekonomi di provinsi Maluku Utara.

“Tadi Menteri Perhubungan menyampaikan bahwa sebelum pandemi, di sini ada dua flight plus satu carter. Biasanya itu sudah berjalan, tetapi karena pandemi berhenti. Yang berjalan sekarang kalau ada carter. Pagi hari ini saya perintahkan kepada Menteri Perhubungan dan dirjen untuk di Airport Kuabang ini agar secepatnya diusahakan paling tidak minimal seminggu dua kali flight,” tuturnya.

Setelah meresmikan bandara Kuabang, Jokowi kemudian meninjau vaksinasi Covid-19 di kantor kecamatan Kao.

“Kedatangan saya untuk memastikan distribusi vaksin itu merata sampai ke daerah pelosok yang sulit jangkauannya,” kata Jokowi seperti dilansir inews.id.

Rombongan yang ikuti presiden ke provinsi Maluku Utara antara lain Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Editor : RIOR  

Komentar