oleh

Penelitian FTC; Penipuan Kripto, 7000 Investor Kehilangan USD 80 Juta

Jazirah Indonesia – Data penipuan cryptocurrency diungkapkan Senator Scott dari penelitian yang dilakukan Federal Trade Commission (FTC), rata-rata penipuan sebesar USD 1.900 USD.

Hal itu ditunjukan dengan laporan data FTC menyebutkan, hampir 7.000 investor kehilangan USD 80 juta dalam berbagai penipuan cryptocurrency dari Oktober hingga Maret sebagaimana diberitakan cbsnews.com.

banner 1200x500

FTC menghitung dalam satu tahun terakhir, penipuan cryptocurrency telah meningkat 1.000 persen.

Senator Amerika Serikat (AS), Rick Scott terkait hal ini mendesak Menteri Keuangan AS Janet Yellen untuk mengambil tindakan terhadap penipuan cryptocurrency tersebut.

Seperti dilansir Bitcoin.com, Senin (31/5/2021), hal ini tentu saja merugikan konsumen hingga USD 80 juta atau sekitar Rp 1,14 triliun (asumsi kurs Rp 14.294 per dolar AS).

“Ini adalah industri yang tidak diatur, dan jumlah aktivitas kriminal yang mengkhawatirkan seputar uang kripto, sehingga menuntut tindakan,” kata Scott.

Senator Rick Scott terhadap hal itu kemudian menulis surat kepada Jenet Yellen pada Kamis lalu menegaskan bila pihaknya memiliki kekhawatiran tentang meningkatnya jumlah penipuan uang kripto.

“Saya menulis hari ini dengan keprihatinan tentang risiko yang diambil oleh investor biasa dan potensi penipuan yang signifikan terkait dengan cryptocurrency,” ujarnya.

Scott juga bertanya tentang rencana pemerintah untuk mengatasi ketidakpastian hukum atau peraturan yang mungkin menyebabkan lingkungan bergolak dengan penjualan uang kripto.

Terkait itu, nytimescom menuliskan pengakuan Elon Musk, Investor kehilangan $ 2 juta dalam enam bulan.

“Karena penipu Elon Musk yang menyamar sebagai Tuan Musk”, sebut FTC dalam laporan yang dirilis  Senin.

“Secara keseluruhan, hampir 7.000 investor kehilangan $ 80 juta dalam berbagai penipuan cryptocurrency dari Oktober hingga Maret, menurut laporan Komisi Perdagangan Federal”, tulis nytimes.

Penulis. : Nazirul
Editor : Nazirul

Komentar