oleh

Resmikan Pasar Fatenou, Bupati Haltim Harap Dapat Geliatkan Ekonomi Warga

Jazirah Indonesia – Bupati Halmahera Timur, Drs. H. Ubaid Yakub, MPA meresmikan Pasar Tradisional Fatenou Desa Wayafli dan Buli Asal, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Selasa (1/6/2021).

Pasar Tradisional yang dibangun sejak 2018 ini bersumber dari Dana Desa, Bantuan PT Antam Tbk UBPN Malut dan Pemda Halmahera Timur.

banner 1200x500

Pada kesempatan ini, Ubaid Yakub mengatakan, keberadaan pasar desa tersebut dapat meningkatkan perekonomian warga desa setempat. Sebab, lokasi pasar sangat strategis, berada di pinggir jalan desa yang menghubungkan desa Wayafli dan Buli Asal.

Ubaid meminta pengelola pasar tradisional tersebut untuk dapat memperhatikan sarana dan prasarananya. Sehingga menjadi rujukan masyarakat sekitar Kecamatan Maba dan Kota Maba untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Area parkir bangunan yang memadai, tempat bangunan, tempat sampah dan sarana prasana pendukung lainnya, harus di perhatikan. Supaya menjadi rujukan pilihan masyarakat yang membeli kebutuhan sehari-hari,” ujar Ubaid.

Sementara General Manager PT Antam Tbk UBPN Maluku Utara, Ery Budiman menyampaikan, ANTAM terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Dia berharap kedepan pasar tersebut dikelola BUMDes yang berada di desa-desa agar dapat berinovasi, sehingga lanjutnya, dapat meningkatkan pendapatan desa untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat sekitar. Adanya pasar tradisional ini dapat medorong kegiatan perekomonian warga  sekitar, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya mendorong BUMDes untuk berinovasi dalam melaksanakan usahanya,” tuturnya.

Kepala Desa Wayafly Yehuda Goeslaw, saat menyampaikan laporannya menjelaskan, pembangunan pasar desa tersebut dilakukan secara bertahap mulai 2018 hingga 2021.

“Pasar dengan volume 10 x 30 meter itu kata Yuhuda dibangun sejak 2018 oleh Pemerintah Desa Wayafli dan Buli Asal, dengan menelan anggaran Rp. 360 juta.

Dana ini lanjutnya, bersumber dari Pemda Haltim Rp. 50 juta, PT. Antam 250 juta dan Pemerintah Desa Wayafli serta Buli Asal masing-masing Rp. 30 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Saat ini, pasar tersebut memiliki 20 unit los yang seluruhnya sudah terisi para pedagang.

 “Semoga dengan adanya pasar Fatenou ini, bisa menambah PAD, dan perekonomian warga desa Wayafly dan Buli Asal semakin maju kedepan,” harap Yehuda.

Hadir pada kegiatan peresmian ini, Kapolres Haltim AKBP Edy Sugiharto, Vice President CSR, HC dan Finance PT Antam Tbk UBPN Malut Agustinus Koko Susetio, Camat Maba Robert Barbakem, Danramil Maba Mayor Inf Kusairi, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat setempat.

Kontributor. : M. Abdullah
Editor : Rizky Yakub

Komentar