oleh

Refleksi; Bupati Ubaid Ajak Kenang Jasa Pejuang Pemekaran Haltim

Jazirah Indonesia – Bupati Halmaherat Timur (Haltim), Drs. Ubaid Yakub mengajak jajaran dan masyarakatnya untuk mengenang  jasa semua pejuang pemekaran Kabupaten Haltim, baik yang masih ada maupun  yang sudah meninggal dunia.

“Untuk Bapak Ir. Muh.Din, Bapak Assagaf Yahya, dan Bapak Drs.Abjan Yahy Semoga perjuangan dan jasa-jasa mereka menjadi amal dan mendapat imbalan pahala yang setimpal dari Allah SWT dan ditempatkan disisiNya”, harap Ubaid.

banner 1200x500

Refleksi dan evaluasi 18 tahun perjalanan pembangunan Haltim, dikatakannya penting untuk dapat dijadikan sebagai dasar dalam penentuan kebijakan pembangunan saat ini.

“Untuk pelaksanaan visi dan misi, perlu didukung dengan data masalah,  tantangan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan yang telah dicapai pada tahun-tahun sebelumnya”, tandasnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ubaid saat Rapat Paripurna DPRD Haltim dalam rangka Memperingati HUT ke – 18 Kabupaten Haltim Tahun 2021 di kantor DPRD Haltim, Senin (31/05/2021).

Bertepatan dengan Minggu terakhir 100 hari kerja masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Anjas Taher kata Dia, pihaknya masih memprioritaska 3 hal yakni, Rasionalisasi RPJMD, Assesment Sekda dan Penanganan Covid-19.

Bedasarkan refleksi dan evaluasi sambung Ubaid, secara umum pelaksanaan Pembangunan Kabupaten Haltim sejak dimekarkan pada tahun 2003 sampai akhir tahun 2020, menunjukan berbagai kemajuan dan perkembangan.

Untuk itu, kata mantan Kepala Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi Haltim ini, harus kita syukuri pembangunan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat Haltim dari Bicoli sampai Sondo-Sondo.

Baiknya pemerintahan lanjut Ubaid, ditunjukan dengan kinerja keuangan tahun 2020 dan tahun-tahun sebelumnya, mendapat predikat Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP).

“Lebih membanggakan lagi, bahwa Pemerintah Daerah Halmahera Timur mampu mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) selama 3 tahun berturut-turut” katanya.

Penulis. : Nazirul
Editor : Nazirul

Komentar