oleh

Delegasi G20 Diperkenalkan Kerajinan dan Budaya 34 Provinsi

Jazirah Indonesia – Bandara Soekarno-Hatta disiapkan kolaborasi menampilkan dan memperkenalkan kepada para delegasi G20 berbagai kerajinan serta budaya dari 34 provinsi di Indonesia.

Sementara delegasi G20 dari berbagai negara dan berbagai lembaga finansial serta lembaga global untuk menghadiri dua pertemuan di Jakarta dalam Presidensi Indonesia di G20 Tahun 2022 sudah mulai tiba sejak 13 Februari 2022.

banner 1200x500

Ini disampaikan Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi mengatakan,delegasi G20 sudah mulai tiba di Bandara Soekarno-Hatta sejak 13 Februari 2022.

“Ketibaan delegasi G20 di Bandara Soekarno-Hatta pada 13 hingga 16 Februari 2022 dari berbagai negara. Proses kedatangan berlangsung lancar berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak,” kata Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi.

Kesiapan ini merupakan kerjasama dengan Forum Komunikasi Pemerintah Penghubung Seluruh Indonesia (FORKAPPSI).

Kerajinan dan budaya Indonesia yang dipertunjukkan kepada para delegasi G20 di Terminal 3 antara lain berbagai kain dari daerah-daerah di Indonesia serta berbagai kerajinan tangan asli Indonesia seperti anyaman bambu, ukiran kayu dan sebagainya.

Kemudian pada November 2022 direncanakan juga akan ada pertunjukan seni budaya di area kedatangan internasional Terminal 3 untuk khusus menyambut para delegasi G20.

AP II juga menyiapkan bandara lainnya yang akan menyambut kedatangan delegasi G20 seperti di Bandara HAS Hanandjoeddin di Belitung yang menjadi salah satu lokasi pertemuan delegasi G20 pada 7-9 September 2022.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menginformasikan total delegasi dari berbagai negara yang hadir secara fisik di kedua pertemuan tersebut sebanyak 169 delegasi, sementara 216 delegasi mengikuti pertemuan secara daring.

“Sejalan dengan ini Bandara Soekarno-Hatta menugaskan personel khusus untuk menyambut kedatangan delegasi, mendirikan hospitality lounge dengan dukungan dari Bank Indonesia,” jelas Agus.

Selain itu, lanjut Dia,  menyediakan area khusus untuk menampilkan dan memperkenalkan kerajinan serta budaya Indonesia di jalur kedatangan para delegasi G20 di Terminal 3.

Hospitality lounge, kata dia, juga untuk mendukung penerapan travel bubble bagi para delegasi G20.

Ketika para delegasi turun dari pesawat akan langsung untuk menuju hospitality lounge guna memproses pemeriksaan berbagai dokumen seperti misalnya dokumen imigrasi dan Bea Cukai, lalu pengambilan sampel PCR, kemudian menuju hotel.

Di hospitality lounge, para delegasi juga mengisi formulir digital di aplikasi HORE (Health Protocol Readiness) yang disiapkan AP II.

Sistem HORE juga terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, sehingga delegasi diharapkan dapat merasakan pelayanan terintegrasi dengan memastikan protokol kesehatan dan kemudahan layanan di Bandara Soekarno-Hatta.

Komentar