oleh

Putin Peringatkan Rusia Terhadap ‘Pengkhianat’ dan Sampah Pro-Barat

banner 1200x500

Jazirah Indonesia – Presiden Vladimir Putin pada Rabu (16/3/2022) menyampaikan peringatan keras kepada “pengkhianat” Rusia yang menurutnya Barat ingin gunakan untuk menghancurkan negara itu.

“Tentu saja mereka (Barat) akan mencoba bertaruh pada apa yang disebut ‘kolom kelima’, pada pengkhianat, bagi mereka yang mendapatkan uang mereka di sini, tetapi tinggal di sana”. Hidup, bukan dalam arti geografis, tetapi dalam arti mereka pikiran, pemikiran budak mereka,” katanya kepada para menteri pemerintah, tiga minggu setelah perang Rusia dengan Ukraina. Dikutip dari laman reuters.com.

melalui juru bicara Kremlin, mengatakan rakyat Rusia akan dengan cepat dapat membedakan mana pengkhianat dan mana patriot.

“Setiap orang, dan terutama orang Rusia, akan selalu dapat membedakan patriot sejati dari sampah dan pengkhianat, dan hanya memuntahkannya seperti pengusir hama yang secara tidak sengaja terbang ke mulut mereka.”

Nada mencolok itu disampaikan Putin, yang telah bertahun-tahun menindak lawan domestik dan memberikan omelan pahit terhadap Barat.

Politisi oposisi Rusia Mikhail Kasyanov, yang menjabat sebagai perdana menteri pertama Putin pada awal 2000-an, mengutuk pernyataan itu di Twitter.

“Putin mengintensifkan tindakannya untuk menghancurkan Rusia dan pada dasarnya mengumumkan dimulainya penindasan massal terhadap mereka yang tidak setuju dengan rezim,” katanya.

Namun Putin mengatakan, Barat berusaha memecah belah Rusia dan memprovokasi konfrontasi sipil dengan bantuan “kolom kelima”.

“Dan ada satu tujuan – penghancuran Rusia,” katanya, seraya menambahkan bahwa Rusia akan menolak upaya semacam itu.

Dirinya menyatakan yakin apa yang mereka lakukan hanya sebagai langka “membersihkan diri” dari rakyatnya itu hanya akan memperkuat negaranya, menjadi solid, kohesi, dan kesiapan menghadapi tantangan apa pun.

Terkait pesan itu, para Pakar Rusia mengatakan pesan itu mengerikan. “Putin dengan cara Orwellian telah membagi warga Rusia menjadi bersih dan tidak bersih,” tulis Andrei Kolesnikov, seorang analis politik yang berbasis di Moskow.

Komentar