oleh

3 Hari Hilang, Anggota Brimob Polda Maluku Ditemukan di Hutan

banner 1200x500

Jazirah Indonesia – Seorang pria yang diketahui adalah anggota Brimob Polda Maluku, ditemukan di dalam hutan setelah hilang sejak Hari pertama lebaran Idul Fitri 2022. Dia ditemukan warga dalam kondisi lemas.

Anggota Brimob yang bernama Tajudin Bugis ditemukan tanpa mengenakan baju. Berdasarkan video amatir warga Tajudin kemudian dibawah sejumlah orang dari dalam hutan.

Tajuddin ditemukan di Desa Seith, Kampung Baru, Leihitu, Kabupaten Maluku Utara pada Rabu (4/5/2022) sekitar pukul 08.00 WIT.

“Tajudin sempat dicari beberapa hari tidak ditemukan, dan pada hari Rabu itu ditemukan oleh salah seorang petani di hutan,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Rum, Minggu (8/5/2022), dilansir detik.

Tajuddin dikatakan Kombes M Rum hilang pada Senin (2/5/2022) dini hari dan baru ditemukan pada dua hari setelahnya. Dia mengatakan, sebelumnya Tajudin sempat pamit hendak buang air kepada rekannya namun tak kembali.

“Kebetulan (petani yang menemukan) baru pulang berkebun. Kemudian mendengar ada suara bunyi di rumput-rumput, kemudian beliau ke sana ternyata anggota kami yang sempat dicari beberapa hari,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan Tajudin ditemukan warga di dalam hutan dengan kondisi lemas dan tidak mengenakan baju. Tajudin saat ditemukan hanya mengenakan celana.

Tajudin diketahui diduga mengalami gangguan kejiwaan sehingga bisa tiba-tiba berada di dalam hutan. Hanya saja, pihaknya belum bisa menggali banyak informasi karena Tajudin masih dalam masa perawatan.

“Untuk sementara belum bisa kami mendapatkan banyak keterangan dari yang bersangkutan. Biarkanlah untuk kejiwaannya, psikologinya tenang dulu, kemudian kita lakukan (pemeriksaan) selanjutnya,” bebernya.

Gempar Polwan di Ambon Digerebek Suami Saat Ngamar Bareng Pendeta
“Tapi dari hasil pemeriksaan awal dari dokter kami itu untuk sementara waktu yang bersangkutan ada sedikit keguncangan di jiwanya,” sambungnya.

Sementara itu, Kombes M Rum menegaskan tidak ada hal-hal gaib dalam kasus hilangnya Tajudin. Hal itu terjadi murni karena adanya dugaan gangguan kejiwaan yang dialaminya.

“Sehingga kalau ada pernyataan kalau itu keterangan saya (ada hal gaib) itu tidak benar. Saya tidak pernah berikan pernyataan demikian,” tegasnya.

Komentar