oleh

Amerika Larang Perusahaan Jasa Akuntan AS Kerja Sama dengan Rusia

Jazirah Indonesia – Amerika Serikat melarang perusahaan jasa akuntan dan konsultan Amerika untuk bekerja sama dengan Rusia.

Selain itu, Amerika juga memberlakukan sanksi pertamanya pada Gazprombank sebagai bagian dari sanksi baru yang ditargetkan di Moskow.

banner 1200x500

“Sanksi terbaru juga mencakup kontrol ekspor baru pada barang-barang industri, pembatasan tiga stasiun televisi utama Rusia yang dikendalikan negara dan pembatasan visa tambahan”, kata seorang pejabat AS kepada wartawan, Minggu, (8/5/2022). Dilansir dari laman eastbaytimes.com.

Disampaikan, AS dan sekutunya mendorong untuk memperluas sanksi menjelang parade militer Hari Kemenangan Rusia 9 Mei yang menandai berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Perayaan tersebut telah menjadi batu ujian dari kampanye Kremlin untuk menggalang dukungan publik untuk invasi dan kemungkinan akan menampilkan pidato Presiden Vladimir Putin tentang “operasi khusus” Rusia di Ukraina.

Presiden AS Joe Biden dan pemimpin negara G7 lainnya sebelumnya bertemu secara virtual pada Minggu bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk membahas paket sanksi. G7 berkomitmen untuk melarang impor minyak Rusia.

Rencana itu didukung oleh AS, Inggris, dan Kanada yang tidak memiliki ketergantungan dengan Rusia, dibandingkan dengan negara Eropa lainnya.

Inggris telah menutup akses konsultan manajemen, akuntan, dan perusahaan hubungan masyarakat dengan Rusia pada pekan lalu. Langkah yang sama juga telah disusun oleh Uni Eropa, tetapi dihalangi oleh Hungaria.

Sebelumnya, administrasi Biden cenderung menghindari sanksi kepada Gazprombank karena berhati-hati agar tidak mengganggu ekspor energi ke Eropa.

Namun, sikap itu berubah dengan memberi sanksi kepada delapan jajaran eksekutif dari Sberbank dan 27 orang dari Gazprombank, yang merupakan kepanjangan tangan dari raksasa penyedia gas alam Gazprom.

Selain itu, AS akan memberlakukan 2.600 pembatasan visa pada pejabat Rusia dan Belarusia. Ketiga saluran TV Rusia yang menjadi target sanksi ini di antaranya adalah Channel One Russia, Russia-1, dan NTV Broadcasting Company. Pejabat AS menggambarkan saluran tersebut sebagai senjata propaganda Kremlin.

Sanksi tersebut melarang iklan AS dan pasokan peralatan, termasuk kamera dan pencahayaan serta mikrofon, kata pejabat itu.

Komentar