oleh

Gubernur Malut Suarakan DOB Sofifi di Kongres KNPI ke16

Jazirah Indonesia  – Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK) pada kesempatan  membuka Kongres KNPI ke16  menyuarakan Sofifi sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) kepada peserta Kongres.

Dimana kata AGK bahwa perjuangan untuk menjadikan Kota Sofifi sebagai Ibu Kota Mandiri telah digaungkan sejak tahun 2015 silam.

banner 1200x500

Kala itu lanjutnya, Presiden Republik Indonesia melakukan Kunjungan Kerja sekaligus secara simbolis menetapkan Sofifi sebagai salah satu daerah yang akan di mekarkan bersama sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Namun, Pada Bulan Februari 2015 sambung Gubernur, Moratorium tersebut dicabut menyusul Undang-undang nomor 9 tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah sehingga sampai saat ini konsep Ibu Kota Sofifi sebagai Kota Mandiri belum sempat terwujud.

“Karena itu, saya berharap kepada anak muda dari 34 provinsi seluruh Indonesia termasuk ketua umumnya untuk membantu menjadikan Sofifi sebagai Ibukota provinsi yang definitif,” kata gubernur saat membuka Kongres KNPI, di Sofifi, Minggu (15/5/2022) kemarin.

Alssan yang disampaikan AGK, bahwa Sofifi masih dibawah Kota Tidore, belum menjadi Ibu Kota Provinsi yang definitive.

Terkait Sofifi, dihadapan ribuan paserta Kongres KNPI, gubernur Abdul Gani Kasuba menjelaskan, pihak pemerintah provinsi Maluku Utara sudah berusaha semaksimal mungkin, namun belum membuahkan hasil yang maksimal.

Lanjutnya, sehingga belum dapat dinikmati dan dirasakan oleh masyarakat di dataran Oba, Kota Tidore Kepulauan.

“Saya kira kekuatan anak muda merupakan sesuatu yang gampang sekali membantu menjadikan Sofifi sebagai Ibukota provinsi yang definitif. Kita sudah berusaha kepada Presiden dan seluruh Menteri untuk melakukan ini, tapi diberikan sebuah kawasan (Kota Baru Sofifi), pada akhirnya juga belum dilaksanakan karena regulasi,” ungkapnya.

Terkait pemekaran DOB Sofifi, Ketum DPP KNPI Haris Pertama berkomitmen akan mengawal sampai tuntas dimekarkan oleh pemerintah pusat.

“Iya, pemuda Indonesia taat pada asas dan aturan, kalau undang-undang telah mengamanatkan Sofifi adalah Ibukota Provinsi Maluku Utara, kita akan kawal dan suport,” janji Haris.

Komentar