oleh

Wali Kota Tidore Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Nuruttarbiyah Tongowai

Jazirah Indoensia – Pembangunan Masjid Nuruttarbiyah Kelurahan Tongowai Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan akhirnya mulai dilaksanakan, hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama, Jumat (14/10/2022).

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim kemudian diikuti oleh Sultan Tidore, Husain Syah dan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak.

banner 1200x500

Sebelumnya, pembacaan kalam ilahi oleh Tilawah Dewasa terbaik 2 MTQ tingkat provinsi Maluku Utara tahun 2020 Qoriah ibu Hajer A. Rahim, S. Pdi dan Tilawah Remaja terbaik 1 MTQ Tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2020 Qoriah, Sukmawati A. Fatah S.Pd. Keduanya merupakan qoriah asal kelurahan Tongowai.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurruttarbiyah Kelurahan Tongowai, Samaun Dahlan, S.Sos, M.AP dalam penyampaiannya mengapresiasi semua pihak yang bersedia hadir guna memberikan dukungan mulainya pembangunan Masjid ini.

“Saya sangat berterimah kasih kepada semua pihak, terutama kepada Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahin, Sultan Tidore, Husain Syah dan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak yang hadir beri dukungan pembangunan Masjid Nuruttarbiyah Tongowai ini,” ucap Samaun Dahlan.

Rencana pemugaran atau dibangun kembali Masjid Nuruttarbiyah kata Samaun, sudah sejak lama, namun rencana ini baru terwujud ketika dibentuknya Panitia atas kesepatakan masyarakat Tongowai di 29 April 2022 lalu.

Sedangkan alasan dibangun baru Masjid ini dijelaskannya, karena selain masalah daya tampung juga kondisi fisik Masjid yang sudah rapuh karena termakan usia.

Selain itu, lanjut Samaun, berdasarkan hasil pengukuran oleh Kementerian Agama, arah kiblat Masjid itu sedikit bergeser dari yang sebenarnya.

Dirinya dan masyarakat berharap agar konsep Masjid tersebut tidak saja menjadi tujuan khusus ibadah tetapi juga mendukung kegiatan sosial keagamaan lainnya di  Kota Tidore.

“Harapan masyarakat, Masjid yang dibangun ini, selain menjadi tempat ibadah yang nyaman, juga diharapkan mendukung kegiatan sosial lainnya di Kota Tidore Kepulauan. Sebagaimana di zaman Rasulullah Masjid Di kota Madina pernah dijadikan sebagai pusat pendidikan,” tutur Samaun.

“Harapannya juga Masjid-Masjid di Tidore menjadi pusat pusat peradaban Islam” tambah pria yang sudah beberapa kali terlibat langsung dalam pembangunan Masjid di Papua ini.

Dia menyebutkan, sebelumnya telah dilakukan pembebasan lahan seluas 3750 m2 melalui tukar menukar wakaf dan jual beli.

Dalam tukar menukar lahan, lanjut Samaun, telah dibangun satu unit rumah permanen dengan ukuran 11×10,5 M dan , dan 1 unit fondasi rumah.

“Seluruh masyarakat Tongowai antusias dan bahu membahu melakukan persiapan ini. oleh karenanya selaku ketua Panitia sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah rela memberikan tanahnya untuk pembangunan Masjid ini”, ucap Samaun.

Disampaikannya, sesuai perencanaan Masjid Nuruttarbiayah, berukuran 30 x 28 M, dengan dana kurang lebih Rp 7 Milyar, yang ditargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sedangkan sumber dana disebutkannya dihimpun dari kas Nuruttarbiyah, sumbangan masyarakat dan keluarga besar Tongowai, infaq dan sadakah serta sumber lain yang halal dan tidak mengikat.

“Saya atas nama panitia menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Walikota Tidore Kepulauan dan keluarga atas sumbangannya yang diberikan langsung pada pagi hari ini, semoga menjadi amal jazirah,” tutur Samaun.

Samaun mengatakan, banyak kampung yang jauh Walikota dapat memberikan bantuan, apalagi hari ini kampung tetangganya yang bangun Masjid.

“Semoga di APBD di 2023 kita bisa mendengar kabar baik, apalagi disini hadir semua unsur pimpinan DPRD Kota Tidore Kepulauan,” kata Samaun.

Dihadapan Walikota dan Ketua DPRD, Samaun menyatakan harapan bahwa, normalisasi kali di samping pembangunan Masjid Nurttarbiyah yang dibuat tahun ini (2022) sepanjang 35 meter, dapat dilanjuti sebesar 55 M di tahun 2023.

Selain itu, Jalan Penghubung sepanjang 90 meter pada tahun anggaran 2023 diharapkan dapat dibangun agar dapat melindungi konstruksi Masjid ini.

Peletakan Batu pertama pembangunan Masjid Nurttarbiyah Kelurahan Tongowai [foto. Ry. – jazirah Indoensia]
Sementara Walikota Tidore Kepulauan, Ali Ibrahim dalam sabutannya menyatakan mendukung penuh pembangunan Masjid Nurutarbiyah Tongowai.

Pemerintah kata Ali, akan juga memberikan bantuan terhadap pembangunan Masjid ini, meski itu Dia belum bisa menyebut berapa nilainya.

“Secara pribadi, atas nama keluarga, saya memberikan bantuan sebesar Rp 50.000.000 untuk pembangunan Masjid Nurttarbiyah Tongowai yang akan diserahkan pada kesempatan ini juga”, kata Ali.

Menanggapi permintaan kelanjutan pembangunan sisa normalisasi kali dan jalan penghubung oleh ketua Panitia Pembangunan Masjid Nuruttarbiyah, Ali Ibrahim menyatakan berupaya untuk merealisasikannya di tahun anggaran 2023 hingga 2024.

Sultan Tidore, Husain Syah  dalam penyampaiannya mengapresiasi panitia secara khusus, karena menurutnya, undangan  ini merupakan suatu kehormatan bagi dirinya juga Walikota dan semuanya.

“Allah SWT senantiasa tersenyum melihat kita semua berkumpul untuk melaksanakan niat kepada Allah (membangun Masjid, rumah Allah)” kata Husain Syah.

Sebuah hadist dikutip Sultan, “barang siapa yang membangun rumah Allah, maka Allah akan membangun rumahnya di surga”.

Maka lanjutnya, Insya Allah hari ini kita berkumpul untuk membangun rumah kita di surga, maka jangan ragu-ragu untuk mengulurkan tangan.

Senada dengan ketua Pantia, Dia juga mengharapkan kepada Walikota Ali Ibrahim agar tidak saja membantu di tempat yang jauh tapi juga di tempat ini.

Husain juga memberikan apresiasi kepada kedua putra Tongowai yang hadir, yang dinilainya selalu berkontribusi, baik di tanah Papua hingga di tanah kelahirannya sendiri.

“Saya sangat percaya kepada kedua putra Tongowai yang hadir disini, orang yang berkontribusi luar biasa, baik di tanah Papua hingga di tanah kelahirannya sendiri, yakni Muhammad Hasan Bay dan Samaun Dahlan”, kata Husain Syah.

Sultan  berharap Masjid yang dibangun ini, tidak hanya menjadi tempat ibadah dalam pengertian khusus, tetapi juga menjadi rumah wisata spiritual.

Setelah memberikan sambutan, Sultan Husain Syah memberikan sumbangan atas nama kesultanan Tidore sebesar Rp 25.000.000 untuk pembangunan Masjid Nuruttarbiyah Kelurahan Tongowai.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan di lokasi Masjid pembangunan Nurrutarbiyah mengatakan, seluruh OPD Kota Tidore akan memberikan sumbangan masing-masing sebesar paling kurang Rp 1 juta Rupiah untuk pembangunan masjid ini.

Kemudian, ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak pada kesempatan yang sama menyatakan dirinya beserta unsur pimpinan dan anggota juga akan menyumbang untuk pembangunan Masjid ini.

Kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nuruttarbiyah Kelurahan Tongowai [foto.Ry. Jazirah Indonesia]

Komentar