Jazirah Indonesia – Laju pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tetap menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia pada Semester I 2026. Namun, di balik ekspansi yang masih berada di kisaran dua digit, kecepatannya mulai melandai dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Maluku Utara, Sakop, mengungkapkan ekonomi Maluku Utara tumbuh 19,64 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Triwulan I 2026. Angka tersebut hampir empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 19,64 persen secara year on year merupakan salah satu yang tertinggi secara nasional. Capaian ini terutama didorong oleh industri pengolahan dan aktivitas pertambangan yang terus berkembang, sehingga meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat program hilirisasi komoditas unggulan daerah,” ujar Sakop dalam kegiatan Media Briefing Torang Pe APBN Edisi Juli 2026 di Ternate, Jumat (24/7/2026).
Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laju pertumbuhan tersebut menunjukkan normalisasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Maluku Utara pada Triwulan I 2025 sempat mencatat pertumbuhan 34,58 persen (yoy), tertinggi secara nasional saat itu. Lonjakan tersebut ditopang oleh pertumbuhan industri pengolahan sebesar 75,30 persen, sementara dari sisi pengeluaran, ekspor melonjak 51,17 persen seiring meningkatnya produksi dan ekspor hasil hilirisasi nikel.
Dengan demikian, pertumbuhan 19,64 persen pada Triwulan I 2026 memang masih sangat tinggi dibandingkan rata-rata nasional, tetapi lebih rendah sekitar 14,94 poin persentase dibandingkan capaian Triwulan I 2025. Perlambatan ini dinilai mencerminkan fase normalisasi setelah lonjakan produksi industri pengolahan pada tahun sebelumnya, bukan pelemahan fundamental ekonomi daerah.
Kinerja ekonomi tersebut tetap memperlihatkan kuatnya peran sektor hilirisasi mineral dalam menopang aktivitas ekonomi Maluku Utara. Industri pengolahan dan pertambangan masih menjadi penggerak utama ekspor sekaligus penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator makro lainnya juga menunjukkan perbaikan.
Data DJPb mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 72,52, tingkat kemiskinan turun menjadi 5,59 persen, sementara Rasio Gini berada di level 0,275, yang mengindikasikan ketimpangan pendapatan masih relatif terkendali.
Namun, tekanan mulai terlihat pada indikator harga.
Sakop mengatakan inflasi Maluku Utara pada Juni 2026 mencapai 5,05 persen (yoy), sehingga pengendalian harga menjadi agenda penting agar daya beli masyarakat tidak tergerus.
Di sisi lain, kualitas pertumbuhan ekonomi juga menjadi perhatian pemerintah. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru meningkat menjadi 4,46 persen, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di level 68,28 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang didominasi sektor pertambangan dan industri pengolahan belum sepenuhnya diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal dalam skala yang sebanding.
“Ke depan, tantangan utama adalah memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan manfaat pembangunan di seluruh wilayah Maluku Utara,” pungkasnya.
Secara struktural, capaian ekonomi Maluku Utara dalam dua tahun terakhir memperlihatkan pola yang konsisten. Setelah mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan 34,17 persen sepanjang 2025, provinsi ini memasuki 2026 dengan pertumbuhan yang tetap tinggi meski mulai bergerak ke fase yang lebih moderat. Kondisi tersebut menandakan investasi pada sektor hilirisasi masih menjadi penopang utama ekonomi daerah, sementara tantangan berikutnya adalah memastikan manfaat pertumbuhan tersebut semakin inklusif melalui penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan.






![Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri/ (Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (PHI dan Jamsos) Kemnaker Indah Anggoro Putri. [Foto. Humas Kemnaker]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/07/2-4-300x178.jpg)


