Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mendorong Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Tidore Kepulauan untuk kembali memperkuat peran organisasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta meningkatkan kontribusi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam saat mewakili Wali Kota sekaligus membuka Musyawarah Lokal ORARI Lokal Kota Tidore Kepulauan di Kedai 73, Kawasan Kuliner Tugulufa, Sabtu (18/7/2026).
Abdul Hakim mengatakan, Pemkot Tidore Kepulauan mengapresiasi keluarga besar ORARI yang terus berupaya mempertahankan keberadaan organisasi dan menghidupkan kembali peran amatir radio di tengah perubahan teknologi komunikasi.
“Kita menyadari perjalanan ORARI beberapa waktu terakhir menghadapi berbagai tantangan. Perubahan teknologi komunikasi, pergeseran pola komunikasi masyarakat, serta adanya masa kevakuman aktivitas organisasi di beberapa daerah menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.
Menurutnya, Musyawarah Lokal ORARI menjadi momentum untuk melakukan pembenahan sekaligus titik awal konsolidasi organisasi, penyusunan program kerja yang nyata, dan memilih kepengurusan yang mampu membawa ORARI kembali aktif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menilai ORARI harus mampu beradaptasi di era digital. Radio amatir, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan komunikasi menggunakan perangkat radio, tetapi juga dapat menjadi wadah pengembangan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta sarana pengabdian kepada masyarakat.
Abdul Hakim juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi radio dalam kondisi darurat, terutama ketika jaringan komunikasi umum mengalami gangguan.
“Karena itu, peran ORARI dalam mendukung komunikasi kebencanaan dan pelayanan masyarakat perlu terus diperkuat,” katanya.
Ia berpesan kepada seluruh anggota ORARI Kota Tidore Kepulauan agar menjaga profesionalisme, disiplin dalam penggunaan frekuensi, menjunjung tinggi etika komunikasi, serta membangun citra positif organisasi.
Kepada kepengurusan yang nantinya terpilih, Abdul Hakim berharap dapat melakukan revitalisasi organisasi, memperkuat kebersamaan antaranggota, mendorong regenerasi dengan melibatkan generasi muda, serta menghadirkan program dan kegiatan yang nyata dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kepada kepengurusan yang nantinya terpilih, kami juga berpesan agar mampu melakukan revitalisasi organisasi, memperkuat kebersamaan anggota, mendorong regenerasi, khususnya melibatkan generasi muda, serta menghadirkan kegiatan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pesannya.






![Esau Sidemo (57) WNI asal provinsi Maluku Utara (kanan) setelah ditemukan kapal LNG Endeavour di perairan Samudera Pasifik.[Foto.Instagram, infosulawesidotcom]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/08/4-1-300x178.jpg)

