Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus memantau penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang pembatasan aktivitas pada hari Jumat.
Monitoring dilakukan untuk melihat tingkat kepatuhan masyarakat sekaligus mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut di lapangan.
Pemantauan pada minggu kedua penerapan kebijakan dipimpin para Asisten Sekda dan Staf Ahli Wali Kota bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, dengan koordinator Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, Jumat (17/9/2026).
Taher Husain mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar masyarakat telah mengetahui kebijakan tersebut dan mulai menyesuaikan aktivitasnya dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk informasi terkait Perwali itu masyarakat sebenarnya sudah rata-rata mengetahui. Cuman ada beberapa titik, khususnya pasar,” ujar Taher.
Menurutnya, kawasan pasar masih menjadi salah satu titik yang perlu mendapat perhatian. Lapak-lapak yang berada di bagian luar pasar masih terlihat ramai meski pemerintah daerah telah memberikan pemahaman kepada para pedagang mengenai penerapan aturan tersebut.
Pemkot Tidore, kata Taher, akan terus melakukan pemantauan selama empat minggu sebagai bagian dari proses evaluasi.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menyiapkan alternatif bagi aktivitas masyarakat yang masih membutuhkan penyesuaian.
“Kita memberikan ikhtiar kepada seluruh pedagang bahwa kita akan melakukan pemantauan selama empat minggu. Untuk empat minggu ke depan maka kita akan melakukan evaluasi, sehingga kita akan mencoba memberikan alternatif yang lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila dalam masa pemantauan tersebut masyarakat dan pelaku usaha telah mengikuti ketentuan yang disepakati, maka penerapan kebijakan akan tetap dilanjutkan.
Sementara itu, sejumlah titik lainnya seperti pelabuhan, pertokoan dan gerai-gerai terpantau relatif kondusif.
Taher menyebut sejumlah pelaku usaha bahkan telah menutup aktivitas lebih awal sesuai dengan ketentuan yang diterapkan.
“Untuk pertokoan, gerai-gerai alhamdulillah sudah bisa, mereka yang kemarin itu malah jam sepuluh sudah tutup. Sementara terminal sudah kosong,” tambahnya.
Untuk sektor kesehatan, khususnya pelayanan rumah sakit, Pemkot Tidore masih akan melakukan koordinasi lebih lanjut. Hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan pelayanan masyarakat, mengingat hari Sabtu merupakan hari libur.
Pemantauan selama empat minggu tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai penerapan Perwali sekaligus menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pembatasan aktivitas pada hari Jumat.





