Jazirah Indonesia – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) secara blak-blakan mengaku hingga saat ini ia belum menerima dokumen kajian usulan tentang peningkatan status Sofifi menjadi Daerah Otonomi baru (DOB). Hal itu sampaikan ketika berkunjung ke Sofifi, Rabu (28/9/2022).
“Sekali lagi sampai saat ini belum ada laporan tersebut di meja saya,” tandas Jokowi.
Menurut Jokowi, usulan peningkatan Sofifi sebagai sebuah kota terlepas dariĀ Kota Tidore Kepulauan harus dikaji dengan baik yang melibatkan seluruh unsur baik Pemprov Malut, Pemkot Tikep maupun Kementerian Dalam Negeri.
“Perlu dibahas bersama antara Gubernur, Wali Kota Tikep dan Mendagri,” ujar Presiden.
Sebagai pusat aktivitas Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan merupkan daerah dengan prospek masa depan yang gemilang, Sofifi dimata Jokowi harus dibangun dengan ditopang pemerintah pusat.
“Saya melihat ini kedepannya ada beberapa infrastruktur yang harus ditopang oleh pemerintah pusat, seperti airport, pelabuhan. Saya sudah sampaikan ke gubernur nanti kita mencari skemanya. Soal Kota Sofifi, sekali lagi sampai saat ini kajiannya belum sampai ke meja saya,” pungkasnya.





![Plt Gubernur Maluku Utara (Malut), Al Yasin Ali, [Foto, Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/04/5-2-300x178.jpg)
![Pupuhan tenaga honorer PUPR Malku Utara lakukan aksi di depan kantor Dinas PUPR Malut.[Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/04/4-1-300x178.jpg)

![Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim, MH menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke 4 Masa persidangan II Tahun 2023-2024 tentang Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Pemerintah Daerah Kota Tidore [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/04/6-300x178.jpg)
![Rapat Koordinasi Ombudsman RI Perwakilan Malut dengan Pemda Tidore terkait rencana kegiatan Ombudsman Baronda "Bacarita Ombudsman di Desa dan Expo Layanan Publik. ]Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/04/5-1-300x178.jpg)
Komentar