Jazirah Indonesia – Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) secara blak-blakan mengaku hingga saat ini ia belum menerima dokumen kajian usulan tentang peningkatan status Sofifi menjadi Daerah Otonomi baru (DOB). Hal itu sampaikan ketika berkunjung ke Sofifi, Rabu (28/9/2022).
“Sekali lagi sampai saat ini belum ada laporan tersebut di meja saya,” tandas Jokowi.
Menurut Jokowi, usulan peningkatan Sofifi sebagai sebuah kota terlepas dari Kota Tidore Kepulauan harus dikaji dengan baik yang melibatkan seluruh unsur baik Pemprov Malut, Pemkot Tikep maupun Kementerian Dalam Negeri.
“Perlu dibahas bersama antara Gubernur, Wali Kota Tikep dan Mendagri,” ujar Presiden.
Sebagai pusat aktivitas Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan merupkan daerah dengan prospek masa depan yang gemilang, Sofifi dimata Jokowi harus dibangun dengan ditopang pemerintah pusat.
“Saya melihat ini kedepannya ada beberapa infrastruktur yang harus ditopang oleh pemerintah pusat, seperti airport, pelabuhan. Saya sudah sampaikan ke gubernur nanti kita mencari skemanya. Soal Kota Sofifi, sekali lagi sampai saat ini kajiannya belum sampai ke meja saya,” pungkasnya.






![Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, S.Pd, M.M memimpin Apel Pagi saat Sidak di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan, Selasa (622025). {Foto . ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/02/3-300x178.jpg)
![Bimtek SIPD, Kerjasama Pemkot Tidore dan CV. Cipta Presisi Bandung Jawa Barat di Hotel Batik Kota Ternate, Selasa (6/2/2024). [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/02/2-2-300x178.jpg)

![Gunung Ibu Halmahera Barat [Foto Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/02/6-300x178.jpg)
Komentar