Jazirah Indonesia – Kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), Abdul Ghani Kasuba (AGK), membuat sang anak ikut diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terutama soal kepemilikan aset ayah dan keluarganya.
Hal itu merupakan salah satu materi yang didalami tim penyidik saat memeriksa anak kandung tersangka AGK, Muhammad Thariq Kasuba, selaku Komisaris PT Fajar Gemilang pada Senin (15/07) kemarin.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih, atas nama Muhammad Thariq Kasuba,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, dikutip dari rmol.id, Selasa (16/7/2024).
Thariq Kasuba dan seorang saksi lainnya, Helmi Djen selaku Direktur Utama PT Duta Halmahera Mineral dan Direktur Utama PT Berkarya Bersama Halmahera, dicecar tim penyidik soal kepemilikan aset atas nama AGK dan keluarganya.
“Sedangkan saksi Muhammad Matori, Direktur PT Sala Dipta Anargya tidak hadir dan minta penjadwalan ulang,” pungkas Tessa.
Selain itu pada hari ini, tim penyidik juga memanggil 4 orang saksi. Yakni Maryono selaku Direktur PT Hamparan Hasil Tambang, Direktur PT Usaha Bersama Maluku, Direktur PT Anugerah Tambang Abadi, Direktur PT Karunia Tambang Raya, dan Direktur PT Bukit Tambang Raya.
Lalu Mochamad Eddy Tjahyono selaku Direktur PT Molagina Prima Perkasa, Irwan Sigit Subekti selaku Direktur PT Buli Mineralindo Utama dan Direktur PT Buli Berlian Nusantara, serta R Lesnussa selaku karyawan swasta.
AGK saat ini masih menyandang status tersangka di KPK dalam kasus dugaan TPPU sebesar Rp102 miliar. Sementara itu, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi, perkara AGK masih berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate.
AGK didakwa menerima suap senilai Rp5 miliar dan 60 ribu dolar AS, disertai penerimaan gratifikasi senilai Rp 99,8 miliar dan 30 ribu dolar AS.






![Penyampaian Materi oleh narasumber dari anggota PPK Oba utara dalam gelar sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula di SMAN 5 Kota Tidore. [Foto, Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/09/1-1-300x178.jpg)
![Front - MAKLUMAT menggelar aksi unjuk rasa menuntuk Kementerian LHK menghentikan sejumlkah aktifitas perusahaan tambang di Halmahera Tengah [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/09/Front-MAKLUMAT-menggelar-aksi-unjuk-rasa-menuntuk-Kementerian-LHK-menghentikan-sejumlkah-aktifitas-perusahaan-tambang-di-Halmahera-Tengah-Foto.-Ist-300x178.jpg)


![Gedung KONI Sulawesi UItara (Sulut) mengaklami kerusakan akibat gempa bumi [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/09/Gedung-KONI-Sulawesi-UItara-Sulut-mengaklami-kerusakan-akibat-gempa-bumi-Foto.-Ist-300x178.jpg)