Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memastikan stabilitas harga bahan pokok tetap terkendali di Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal itu ditegaskan dalam keikutsertaan TPID Kota Tidore pada Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang digelar secara zoom meeting di Ruang Rapat Sekda, Senin (23/2/2026).
Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir. Kegiatan ini diikuti kementerian/lembaga, kepala daerah, TPID se-Indonesia, serta stakeholder terkait.
Dalam arahannya, Tomsi menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas di berbagai daerah. Ia meminta TPID dan dinas terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan ketersediaan pasokan.
“Pastikan stok aman dan bangun komunikasi yang baik agar harga cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras bisa ditekan,” tegasnya.
Ia juga menyebut stok pangan nasional dalam kondisi cukup. Karena itu, tidak ada alasan bagi pelaku usaha menaikkan harga secara tidak wajar.
Sementara itu, Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan hingga minggu ketiga Februari 2026 terdapat 230 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH. Angka itu meningkat dibanding pekan sebelumnya sebanyak 199 daerah.
Usai rakor, Kabag Ekonomi dan SDA Kota Tidore Kepulauan, Samsul Bahri Ace, mengatakan harga di Tidore masih relatif aman. Pemkot terus memantau komoditas strategis menjelang Idul Fitri.
“Untuk saat ini harga cabai rawit Rp80.000 per kilogram dan bawang merah Rp60.000 per kilogram. Masih dalam batas terkendali,” ujarnya.








