Jazirah Indonesia – Suasana khidmat menyelimuti Pelabuhan Kesultanan saat ritual Lufu Kie digelar, Kamis (9/4/2026). Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, turut ambil bagian dalam gelaran tradisi yang dihadiri pula Sultan Tidore, Husain Syah.
Ahmad Laiman dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore, Ny. Sumiyati Ahmad Laiman, serta Sekretaris Daerah, Ismail Dukomalamo. Turut hadir pula unsur Forkopimda dan bobato Kesultanan Tidore.
Ritual Lufu Kie diawali dari Jou Sultan Tidore bersama Jou Boki. Rombongan kemudian berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai prosesi.
Tradisi ini merupakan pelayaran mengelilingi Pulau Tidore menggunakan armada juanga. Prosesi dimulai dari Dermaga Kesultanan dan mengitari pulau.
Lufu Kie merupakan tradisi armada perang yang dicetuskan Sultan Saifuddin atau Jou Kota. Pada masanya, tradisi ini bertujuan menunjukkan kekuatan kepada Kompeni Belanda.
Dalam pelaksanaannya, digunakan kagunga sebagai perahu kesultanan. Armada ini dikawal oleh 12 juanga atau perahu kora-kora.
Sepanjang perjalanan, dilakukan pembacaan doa oleh imam dan syara bobato kesultanan. Doa dipanjatkan di beberapa titik di sekitar pulau.





