Jazirah Indonesia – Ditantang oleh zaman, peran generasi muda sangat penting, sebagai generasi penerus dalam menjaga tradisi serta melestarikannya, seperti penggunaan media sosial untuk mempromosikan budaya tradisional di era digital.
Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan Hj. Rahmawati Muhammad Sinen saat menutup secara resmi Festival Budaya Sumkusu III, di Kelurahan Ome, Sabtu (9/5/2026) Malam.
Mengawali sambutannya, Hj. Rahmawati menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, terutama Ibu-Ibu Majelis Ta’lim dan Ibu-Ibu PKK yang telah berpartisipasi aktif, sehingga festival ini dapat terlaksana.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia, Ibu-Ibu Majelis Ta’lim dan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Ome yang luar biasa sehingga kegiatan festival ini terlaksana dengan baik dan sukses,” Ungkapnya.
Ketua TP PKK Tidore juga mengatakan, melalui festival ini berbagai potensi anak-anak dapat dilihat, bukan hanya anak muda yang berperan, tetapi Ibu-Ibu juga menjadi agen perubahan dan garda terdepan dalam suksesnya festival ini.
“Seorang perempuan dan Ibu tidaklah sempurna, tetapi lihatlah bagaimana dia berperan, hadir berpartisipasi dan memberikan motivasi serta inspirasi kepada semua, terutama bimbingannya terhadap generasi muda” Imbuhnya.
Melalui tema “lestarikan budaya, mempererat persaudaraan”, istri orang nomor satu di Kota Tidore ini juga mendukung tarian dana-dana dan tarian naro oti di Festival Sumkusu ini untuk diusulkan menjadi warisan budaya takbenda.
“Selain tarian dana-dana, ada juga tarian naro oti, menceritakan kehidupan masyarakat Ome pada zaman dulu, melalui kajian yang matang, mudah-mudahan dapat diusulkan menjadi warisan budaya takbenda,” pungkasnya.
Hj. Rahmawati juga berharap, kegiatan ini bukan hanya sekedar ceremony, di era digital seperti sekarang ini, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga tradisi, ia berpesan untuk pergunakan media sosial sebagai wadah promosi budaya tradisional di era digital.







