Jazirah Indonesia– Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan menggelar workshop pendampingan tata kelola program kesehatan sebagai upaya memperkuat perencanaan dan pengelolaan pembangunan kesehatan di daerah.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama Biro Perencanaan dan Penganggaran Kementerian Kesehatan serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga itu berlangsung di Room Meeting Penginapan Visal, Kelurahan Gamtufkange, Kamis (27/8/2026).
Workshop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Dr. Syofyan Saraha, M.Si.; Gemala Thamrin, S.Farm., Apt.; Hanz Budi Setiawan Dandel dari Tim Kerja Bangda Kementerian Dalam Negeri; serta tim FKM Universitas Airlangga, masing-masing Nur Atika, SKM., MPH., Dr. Firman Suryadi Rahman, SKM., M.Epid., dan Dr. Nurul Fitriyah, SKM., MPH.
Usai mengikuti pemaparan materi, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Syofyan Saraha mengapresiasi Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan workshop tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini penting untuk menyelaraskan berbagai program kesehatan yang nantinya ditetapkan sebagai prioritas, khususnya dalam penyusunan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) tahun 2027.
“Kami sangat berharap ke depan Dinas Kesehatan dapat menjadi acuan bagi OPD lain dalam menyusun program prioritasnya. Setiap program yang disusun harus memiliki kerangka acuan yang jelas sehingga pelaksanaannya dapat berjalan efektif,” kata Syofyan.
Ia menegaskan, workshop tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Para peserta diharapkan benar-benar memahami materi yang diberikan dan mampu menerapkannya dalam penyusunan KAK serta perencanaan program kesehatan.
Syofyan juga berharap hasil workshop dapat menjadi acuan dalam menjawab berbagai persoalan dan kebutuhan prioritas pembangunan kesehatan di Kota Tidore Kepulauan.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya sebatas seremonial. Apa yang disampaikan harus benar-benar dipahami dan menjadi acuan ke depan dalam menyusun KAK maupun menjawab berbagai permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Workshop tersebut diikuti perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, serta Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).
Selain itu, kegiatan juga diikuti para sekretaris dinas, kepala bidang, tim perencanaan, penanggung jawab program kesehatan, serta seluruh kepala puskesmas se-Kota Tidore Kepulauan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan diharapkan mampu memperkuat kualitas perencanaan program, memastikan keterpaduan lintas sektor, serta mendorong pelaksanaan pembangunan kesehatan yang lebih efektif dan efisien di Kota Tidore Kepulauan.









![Sebanyak 1,55 ton BBM jenis Pertamax diamankan Polsek Weda Tengah dalam perjalanan dari Sofifi menuju Halmahera Tengah, Jumat (24/7/2026). (Foto. Dok. Polsek Weda]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/07/7-300x178.jpg)
