Jazirah Indonesia – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) memperkuat kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIB Unkhair dan BPVP Ternate di Aula BPVP Ternate, Jumat (4/9/2026).
Penandatanganan dihadiri Kepala BPVP Ternate Abdul Azis bersama jajaran kepala bagian dan kepala bidang. Dari FIB Unkhair hadir Dekan FIB Nurain Jalaluddin, Wakil Dekan III Jainul Yusup, Ketua Program Studi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Mustafa Mansur, serta sejumlah dosen.
Kerja sama ini diarahkan pada penguatan keterampilan mahasiswa melalui pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, serta optimalisasi program magang. Untuk tahap awal, mahasiswa Program Studi UPW menjadi salah satu kelompok yang terlibat dalam program magang tersebut.
Dekan FIB Unkhair Nurain Jalaluddin mengatakan, kolaborasi dengan BPVP Ternate menjadi langkah untuk memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kami di FIB Unkhair untuk mendekatkan kurikulum akademik dengan kebutuhan industri dan pasar kerja,” ujar Nurain.
Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademik. Mereka juga membutuhkan keterampilan praktis dan sertifikasi yang dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia kerja.
Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa, khususnya dari Prodi UPW dan program studi lainnya di lingkungan FIB Unkhair, diharapkan memperoleh akses terhadap pelatihan vokasi yang relevan dengan bidang keilmuan mereka.
Nurain berharap sertifikasi kompetensi yang diperoleh mahasiswa juga dapat meningkatkan daya saing lulusan ketika memasuki pasar kerja.
“Melalui sinergi bersama BPVP Ternate, kami berharap mahasiswa, khususnya dari Prodi UPW dan prodi lainnya, dapat memperoleh pelatihan vokasi yang relevan serta sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional,” katanya.
Kepala BPVP Ternate Abdul Azis menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan BPVP Ternate siap membuka akses pelatihan dan pemanfaatan fasilitas yang dimiliki untuk mendukung peningkatan keterampilan mahasiswa Unkhair.
“BPVP Ternate siap membuka akses pelatihan dan fasilitas yang kami miliki untuk mendukung peningkatan produktivitas serta daya saing para mahasiswa Unkhair,” kata Abdul Azis.
Ia menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan vokasi penting agar kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti ini sangat krusial agar pelatihan vokasi yang kita jalankan dapat langsung terhubung dan sesuai (match) dengan kompetensi akademik yang dibangun di kampus,” ujarnya.
Setelah penandatanganan PKS, FIB Unkhair dan BPVP Ternate akan menyusun sejumlah program tindak lanjut. Di antaranya pelaksanaan pelatihan bersama, pemanfaatan fasilitas workshop pelatihan, serta pendampingan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperluas akses mahasiswa terhadap pelatihan keterampilan, tetapi juga memperkuat hubungan antara pendidikan tinggi, pelatihan vokasi, dan kebutuhan industri di Maluku Utara. (*)










![Esau Sidemo (57) WNI asal provinsi Maluku Utara (kanan) setelah ditemukan kapal LNG Endeavour di perairan Samudera Pasifik.[Foto.Instagram, infosulawesidotcom]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/08/4-1-300x178.jpg)