Jazirah Indonesia – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, membuka lomba memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Jumat (21/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut digelar masyarakat Desa Maitara Utara, Maitara Tengah, dan Maitara di Pulau Maitara.
Dalam sambutannya, Rahmawati mengatakan, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk menampilkan bakat dan kreativitas.
Ia berharap antusiasme dan kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan dapat terus ditingkatkan.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu hadir dalam kegiatan hiburan atau pesta, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan.
“Saya lebih menekankan pada sebuah kehadiran. Kegiatan yang luar biasa ini harus mendapat antusias masyarakat. Jangan saja ketika ada kegiatan pesta, akan tetapi tolong luangkan waktu untuk hadir pada kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini, agar kekompakan masyarakat di empat desa yang ada di Pulau Maitara ini dapat terus terjaga dan terjalin,” ujar Rahmawati.
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat dari tiga desa di Pulau Maitara yang bersama-sama menggelar berbagai perlombaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Menurutnya, semangat masyarakat dalam melaksanakan kegiatan tetap terlihat meskipun berada di tengah kondisi efisiensi anggaran dan berbagai keterbatasan.
Rahmawati menilai, peran majelis taklim tidak sebatas menyelenggarakan kegiatan keagamaan.
Organisasi tersebut juga dapat menjadi ruang untuk mendorong peran perempuan dalam menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
“Peran Majelis Taklim tidak hanya sekadar menggelar kegiatan keagamaan saja, akan tetapi juga berbicara tentang bagaimana mendorong peran perempuan, salah satunya yaitu menjaga budaya negeri, seperti warisan budaya tak benda,” katanya.
Ia berharap masyarakat di Pulau Maitara dapat mengembangkan potensi budaya yang menjadi ciri khas daerah, baik berupa kuliner maupun kreasi seni lainnya, sehingga dapat menjadi bagian dari warisan budaya takbenda yang terus dilestarikan.
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Menuju Generasi Islami yang Beriman, Berilmu dan Berakhlak Mulia.”
Selain sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah silaturahmi bagi Majelis Taklim di Desa Maitara Utara, Desa Maitara Tengah, dan Desa Maitara.
Sejumlah mata lomba yang digelar antara lain Qasidah Rebana Klasik, Sholawat Grup, Religi Solo, Puisi, Master of Ceremony (MC), serta Peragaan Busana Muslim.






