Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Pelatihan Penyusunan Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) untuk meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa sekaligus mendorong daya saing mereka dalam memperebutkan pendanaan di tingkat nasional.
Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai penyusunan proposal sesuai standar Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), mulai dari pengembangan ide program, penentuan prioritas, hingga strategi menghadapi seleksi PPK Ormawa.
Ketua Panitia, Noor Fahmi Pramuji, mengapresiasi antusiasme pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan FIB Unkhair yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut dia, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun proposal yang memenuhi persyaratan dan standar penilaian program.
“Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam bagi mahasiswa terkait tata cara penyusunan proposal PPK Ormawa yang sesuai dengan standar Dikti. Kami berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak perwakilan Ormawa dari FIB Unkhair yang lolos pendanaan nasional,” ujar Noor Fahmi Pramuji.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIB Unkhair, Jainul Yusup, menekankan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan.
Menurut dia, penguatan kapasitas Ormawa perlu diimbangi dengan kemampuan administratif yang baik agar mahasiswa mampu merancang program secara terarah dan memenuhi persyaratan pendanaan.
“PPK Ormawa merupakan peluang besar bagi mahasiswa untuk mengabdi secara langsung kepada masyarakat. Kami di jajaran dekanat sangat mendukung semangat para mahasiswa dan berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Jainul.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan FIB Unkhair, Nurain Jalaluddin. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan dan mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas program organisasi.
Menurut Nurain, penguatan kapasitas organisasi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyusun proposal, tetapi juga dengan kesiapan merancang kegiatan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Penguatan kapasitas organisasi mahasiswa sangat krusial di era saat ini. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun proposal, tetapi juga belajar bagaimana merancang program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. Saya berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” tutur Nurain Jalaluddin.
Untuk memperdalam pemahaman peserta, pelatihan menghadirkan narasumber Abu Rahmat Ibrahim. Ia memaparkan strategi penyusunan proposal, pemilihan ide prioritas, serta kiat menghadapi seleksi PPK Ormawa.
Dalam pemaparannya, Abu Rahmat menekankan bahwa kualitas proposal tidak hanya ditentukan oleh kebaruan gagasan, tetapi juga keberlanjutan program dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat mitra.
“Kunci utama dari proposal PPK Ormawa yang baik adalah keberlanjutan program dan seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh masyarakat mitra. Mahasiswa harus mampu mengidentifikasi masalah nyata di lapangan dan menawarkan solusi yang inovatif serta terukur,” jelas Abu Rahmat di sela-sela pemaparan materinya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai penyusunan proposal dan pengembangan program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Ramis Rauf dan diikuti pengurus sejumlah organisasi mahasiswa di lingkungan FIB Unkhair, antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), himpunan mahasiswa program studi, UKM Mantra, dan Leksas.
Melalui pelatihan ini, FIB Unkhair berharap semakin banyak organisasi mahasiswa mampu menghasilkan proposal berkualitas, mengembangkan program pengabdian yang berkelanjutan, serta meningkatkan peluang memperoleh pendanaan PPK Ormawa di tingkat nasional.








