Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Kamis (12/2/2026), di Aula Sultan Nuku, Kantor Wali Kota. Forum ini menjadi ajang penyelarasan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan daerah.
Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen membuka kegiatan tersebut dengan menekankan pentingnya Musrenbang sebagai ruang identifikasi masalah dan potensi daerah.
Ia berharap perencanaan pembangunan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi benar-benar berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin Musrenbang menghasilkan rencana pembangunan yang responsif, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Sinen.
Ia juga menambahkan bahwa capaian pembangunan selama kepemimpinan saat ini patut disyukuri, sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ke depan.
Kepala Bapperida Kota Tidore Kepulauan, Saiful Bahri Latif, mengatakan kegiatan ini bertujuan menyelaraskan masukan dan usulan pemangku kepentingan untuk menyempurnakan dokumen RKPD. Hasil Musrenbang menjadi bahan utama penyusunan RAPBD, termasuk KUA dan PPAS.
“Kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan daerah agar perencanaan dan pelaksanaan pembangunan dapat terintegrasi dengan baik,” ujar Saiful.
Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, Muhammad Sarmin, memberi apresiasi kepada Kota Tidore sebagai salah satu daerah pionir dalam pelaksanaan Musrenbang.
Ia menilai kualitas dokumen, kepatuhan waktu, dan substansi Musrenbang Tidore menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Maluku Utara.
“Kinerja Bapperida Kota Tidore selalu menjadi catatan positif kami di provinsi, baik dari sisi kuantitatif maupun kualitas pelaksanaan,” kata Sarmin.






