oleh

Tim Terpadu dan PLTU Tidore Bahas Abnormal Mesin PLTU

Jazirah Indoensia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU, yang dipimpin oleh Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam bersama timnya Jum’at (2/9/2022) sore, melakukan pertemuan dengan pihak PLTU guna membahas lebih lanjut kondisi terkini abnormal mesin PLTU.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor PLTU Tidore tersebut, sekaligus membahas pemanfaatan sampah dan beberapa jenis tumbuhan/pohon sebagai bahan bakar pengganti batu bara, serta rencana peresmian pilot project rumah berbahan dasar FABA oleh Wali Kota Tidore Kepulauan dalam waktu dekat.

banner 1200x500

Mengawali pembicaraan dalam rapat tersebut, Staf Ahli Walikota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam mengatakan, tujuan kedatangan Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU pada sore ini, sesuai dengan perintah Wali Kota Tidore Kepulauan untuk memantau kondisi terkini abnormal mesin PLTU Tidore.

“Karena beberapa hari lalu, kami menerima informasi dari tim Dinas Lingkungan Hidup, bahwa ada kondisi abnormal dari unit mesin 2 PLTU, jadi maksud kedatangan kami, bukan untuk mencari kesalahan, namun penting kiranya kami mengetahui kondisi abnormal mesin PLTU dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar,” tutur Abdul Hakim Adjam.

Lebih lanjut, Ketua Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU tersebut mengatakan, dengan adanya informasi terkait abnormalnya mesin 2 ini, maka Pemerintah Kota Tidore melakukan langkah cepat.

Langka itu dengan berkoordinasi dengan pihak PLTU agar dampaknya bisa segera teratasi, pada pertemuan ini juga, sekaligus mendegar respon dan penjelasan PLTU terkait kondisi abnormal unit mesin 2 PLTU kemarin.

Sementara, Manager Unit PLTU Tidore, Budi Wijaya dalam pertemuan tersebut menjelaskan, kondisi abnormal unit mesin 2 PLTU bermula pada tanggal 23 Agustus, pihak PLTU melaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup dan ke Pemerintah Kelurahan pada tanggal 24 Agustus, pada tanggal 25 Agustus, tim Dinas Lingkungan Hidup turun melakukan pemantauan.

“Terkait dampak abnormal unit mesin 2 PLTU ini, kemarin waktu terjadinya uap dengan kondisi debu masih tipis, kami sudah melaporkan serta meminta izin kepada Ketua RT/RW dan warga sekitar, bahwa saat ini kondisi mesin dalam keadaan abnormal, laporan ini kami sampaikan agar tidak terjadi protes,” Ucap Budi Wijaya.

Pertemuan sore ini menghasilkan informasi bahwa, Penanganan unit mesin 2 dan 1 sudah sesuai dengan skema penanganan, masalah abnormal juga pihak PLTU sudah mengkomunikasikan dengan warga di ring 1 atau di sekitar PLTU.

“Alhamudilllah telah tercover. Selanjutnya juga dibahas rencana pemanfaatan FABA untuk pembangunan, serta sampah dan beberapa jenis tumbuhan/pohon sebagai bahan bakar pengganti batu bara ke depan, agar PLTU tetap beroperasi meskipun tanpa batu bara”tandasnya..

Usai melakukan pertemuan, Tim Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU didampingi Pihak PLTU, menyaksikan operasi alat pencacah sampah pohon serta melakukan peninjauan lokasi pilot project rumah berbahan dasar FABA.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Kepala Bagian Pemerintahan Zulkifli Ohorella, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muhammad Syarif, perwakilan dari OPD yang tergabung dalam Terpadu Penanggulangan Dampak Lingkungan PLTU, serta perwakilan dari Pemerintah Kelurahan Rum Balibunga.

Komentar