oleh

Bank Syariah Belum Optimal Penuhi Industri Makanan Halal

Jazirah Indonesia – Keberadaan ekosistem penjaminan halal yang menyeluruh akan membantu mensukseskan target Indonesia jadi pusat halal global.

Perbankan syariah diharapkan menjadi pemain kunci dalam pemenuhan kebutuhan keuangan industri makanan dan minuman halal, saat ini belum optimal.

Ini disampaikan Guru Besar Universitas Padjajaran, Prof Ina Primiana dalam Webinar Nasional Membangun Industri Makanan dan Minuman Halal Dalam Negeri serta Dukungan Perbankan Nasional, Senin (26/9/2022).

Perbankan syariah diharapkan bisa memperluas peran hingga pada pembukaan akses pasar juga pendampingan.

“Dari survei studi yang dilakukan pada 2022, baru sekitar 11,02 persen peran bank syariah untuk memenuhi kebutuhan keuangan industri makanan halal,” kata Prof Ina Primiana, dukutip republika.co,id.

Eksisting demand daribank konvensionalmenguasai ekosistemindustri halal sebesar 51,60 persen. Sementara 37,2 persen dari bank keduanya. Potensi nasabah bank syariah dalam ekosistem industri makanan minuman halal sendiri mencapai 88,88 persen.

Kesiapan ekosistem industri makanan dan minuman halal pun belum optimal di perbankan syariah.

Indikatornya meliputi tiga aspek yakni tren eksternal, model bisnis, dan penilaian mitra ekosistem. Bank konvensional telah siap semua, sementara bank syariah tidak siap di hampir semua aspek.

Studi yang ia lakukan juga menunjukkan mayoritas usaha baik besar, menengah, dan kecil belum menggunakan bank syariah dalam bertransaksi. Hanya usaha mikro dan menengah yang menggunakan bank syariah.

Direktur Utama lembaga riset, PT Spire Indonesia, Jeffrey Bahar menyampaikan, pemenuhan akses pembiayaan pada industri makanan minuman sendiri memang belum maksimal.

Menurutnya, permintaan di sektor hulu mencapai Rp 141,4 triliun dan sebesar Rp 53,5 triliun di antaranya belum terlayani.

Di sektor tengah, permintaan atau kebutuhannya mencapai Rp 238,4 triliun dan Rp 175,2 triliun di antaranya belum terlayani. Di sisi hilir yang meliputi retail modern dan tradisional, kebutuhannya Rp 358,1 triliun dan Rp 313,3 triliun belum terlayani.

 

banner 1200x500

Komentar