Jazirah Indonesia – PMK nomor 101/PMK 0.01/2021 tentang sasaran Inflasi tahun 2022, tahun 2023 dan tahun 2024, mengisyaratkan masing-masing daerah melakukan langkah kongkrit untuk menekan inflasi.
Menindaklanjuti hal ini, penjabat Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji, menginstruksikan kepada seluruh OPD salah satunya Dinas Pertanian agar membuat kegiatan yang dapat mendorong ketahanan pangan dan stabilitas harga.
Menanggapi hal ini Kepala Dinas Pertanian Halteng Yusmar Ohorella mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL).
“Total yang sudah ada itu (CPCL) sebanyak 18 CPCL,” katanya.
Yusmar bilang, CPCL tersebut untuk wilayah Patani telah dilakukan penanaman secara simbolis yang laksanakan pada tanggal 30 Januari 2023 kemarin bertempat di lahan kelompok tani Woyo Kasina Desa Sif Kam Kecamatan Patani.
“Itu dirangkaikan juga dengan Rembug Tani, dan penyerahan bantuan berupa beras Wairoro hasil produksi petani padi di Desa Lembah Asri dan penyerahan benih tanaman pangan, benih tanaman hortikultura, pupuk dan obat-obatan,” jelasnya.
Menurut Yusmar, inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pentingnya pengendalian inflasi lanjut Yusmar, didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.
Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan.
Pengalaman menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai Rupiah.
“Keempat, pentingnya kestabilan harga kaitannya dengan SSK (referensi),” tandasnya.
Dia juga mengatakan, pada tanggal 11 Februari 2023 nanti Penjabat Bupati bersama Kapolda Maluku Utara akan melakukan penanaman di lahan kelompok tani Desa Tilope dan Sosowomo.
“Itu sekaligus penyerahan bantuan benih tanaman pangan, benih hotikultura dan pupuk serta obat-obatan kepada kelompok tani kegiatan penanganan inflasi yang berada di Desa Lembah asri, Wairoro Indah, Kluting Jaya dan Desa Sumber Sari,” tutupnya.






Komentar