Jazirah Indonesia – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tidore Kepulauan selama sepekan terakhir memicu longsor di sejumlah titik.
Salah satu yang terparah terjadi di jalur utama Fobaharu–Kalaodi, yang menjadi penghubung antara Kecamatan Tidore Utara dan Kecamatan Tidore Timur.
Seluruh badan jalan tertutup material longsor hingga akses kendaraan terputus dan aktivitas masyarakat lumpuh total.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tidore, Ardiansyah Fauzi, turun langsung meninjau lokasi. Ia menegaskan perlunya penanganan darurat agar aktivitas warga bisa segera kembali normal.
“Ini akses utama jalan Kalaodi–Fobaharu. Dalam waktu dekat kita buka dulu material longsor agar dilalui masyarakat. Kami juga akan membangun tembok tepi untuk mencegah longsor kembali terjadi. Untuk teknisnya, saya bersama Pak Kadis akan berkoordinasi lebih lanjut,” ujarnya di lokasi, Rabu, (24/9/25)
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tidore, Adul Muis, menyampaikan pihaknya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengerahkan tim darurat untuk membersihkan material longsor.
“Hujan deras memicu longsor di beberapa titik, dan jalur Fobaharu–Kalaudi adalah yang paling parah. Saat ini perbaikan darurat berupa penanganan jalan hotmix sedang dilakukan agar jalur segera bisa dilalui kembali,” jelasnya.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, termasuk perencanaan pembangunan tembok penahan tebing sebagai langkah pencegahan longsor susulan.







![Sekertaris daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo membuka dengan resmi Kegiatan Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan danPembangunan Desa Tahun 2024 di aula sultan nuku kantor Wali Kota Tidore Kepulauan. [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/11/1-10-300x178.jpg)

![Rapat kerja lintas komisi DPRD Kota Tidore dengan Dinas Kesehatan, RSD Kota Tidore, UPT Puskesmas Se-Kota Tidore, Rabu (13/11/2024) [Foto Ist].](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2024/11/1-9-300x178.jpg)