8 Kelompok Pengeluaran Kerek Inflasi Maluku Utara 2025 Meningkat

Jazirah Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 1,63 persen. Kenaikan harga tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang meningkat dari 108,31 pada Desember 2024 menjadi 110,08 pada Desember 2025.

Menurut data BPS Maluku Utara, inflasi tersebut diperoleh dari hasil pemantauan harga di Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate. Dengan perkembangan tersebut, inflasi y-on-y Maluku Utara pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,63 persen. Sementara inflasi bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,05 persen, dan inflasi year to date (y-to-d) juga 1,63 persen.

Adapun inflasi tahunan terutama dipicu oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,91 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 4,43 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,26 persen.

Inflasi juga terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,12 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,36 persen, kesehatan sebesar 1,29 persen, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,95 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,58 persen.

Di sisi lain, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi. Kelompok pendidikan mencatat deflasi terdalam sebesar 19,81 persen, diikuti perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,17 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen.

Selain itu, sejumlah komoditas lain menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y, di antaranya bahan bakar rumah tangga, emas perhiasan, kontrak rumah, beras, bawang merah, bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), cabai rawit, minyak goreng, ikan kembung, mobil, buah naga, dan bayam.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain tarif sekolah menengah atas, ikan cakalang, tarif angkutan laut, tomat, terong, cabai merah, bawang putih, tahu mentah, serta air kemasan.

Untuk inflasi bulanan Desember 2025, lanjut Simon, komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga meliputi cabai rawit, bawang merah, bensin, emas perhiasan, tarif angkutan udara, ikan tuna, sigaret kretek mesin, daging ayam ras, serta beberapa jenis ikan dan sayuran.

Sedangkan komoditas yang menahan inflasi atau memberikan andil deflasi m-to-m di antaranya ikan malalugis, tarif angkutan laut, pisang, terong, pepaya, timun, jeruk, kacang panjang, dan beras.

banner 1100x500