Jazirah Indonesia- Antisipasi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan,
Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) bersama instansi terkait untuk menyiapkan langkah konkret dalam mengendalikan harga serta memastikan kelancaran distribusi bahan pokok di kios, toko, dan pasar tradisional.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tidore Kepulauan, Abdurahman Arsyad, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke delapan kecamatan guna melihat kondisi riil di lapangan, termasuk peredaran bahan pangan di pasaran.
“Kami sudah turun langsung ke sejumlah kios dan toko di delapan kecamatan. Dari hasil pemantauan tersebut, Tidore tidak termasuk dalam wilayah peredaran jenis-jenis beras oplosan sebagaimana data yang kami terima,” ujar Abdurahman, Kamis, (5/2/2026).
Ia menegaskan, meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan harus diimbangi dengan ketersediaan stok bahan pokok yang memadai.
Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mencegah lonjakan harga yang berlebihan.
“Harga cenderung naik ketika stok berkurang. Karena itu, menjaga ketersediaan bahan pokok di pasar dan kios menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Selain memastikan stok, Disperindagkop dan UMKM juga diminta memiliki data akurat terkait tingkat konsumsi masyarakat.
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar perencanaan agar ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga Ramadan dan Idulfitri.
Berdasarkan hasil pemantauan, kenaikan harga saat ini lebih dominan terjadi pada komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, dan bawang, yang pasokannya mulai terbatas di pasaran.
“Jika stok di dalam daerah tidak mencukupi, maka harus didatangkan dari luar. Ketika pasokan tanaman hortikultura berkurang, peluang terjadinya kenaikan harga memang tidak bisa dihindari,” jelasnya.
Untuk itu, Abdurahman menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Disperindagkop dan UMKM dengan Dinas Pertanian guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan.
“Dengan sinergi yang baik, kami berharap kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan tetap dalam batas wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya.





![Banjir di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara [Dokumentasi BNPB]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/01/10-300x178.jpg)



