Jazirah Indonesia – Pemerintah Jepang bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mendukung Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam menghadirkan solusi teknologi hijau bagi nelayan skala kecil di Pulau Morotai, Maluku Utara.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui proyek Strengthening Livelihood of Small-Scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy atau seaBLUE, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menjaga ekosistem laut secara berkelanjutan.
Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, mengatakan proyek seaBLUE menjadi contoh bagaimana kemitraan internasional dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir.
Melalui program ini, sejumlah teknologi ramah lingkungan diperkenalkan kepada nelayan, seperti perahu penangkap ikan bertenaga surya dan sistem penyimpanan dingin tenaga surya yang telah dipasang di 17 lokasi di Morotai.
Selain itu, proyek ini juga mendukung penguatan tata kelola perikanan dengan mendaftarkan 230 kapal nelayan ke dalam Sistem Informasi Izin Kapal Daerah (Simkada), sehingga memberikan pengakuan resmi bagi nelayan skala kecil.
Program seaBLUE juga diiringi dengan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat pesisir guna meningkatkan produktivitas, pendapatan nelayan, serta ketahanan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.






![Enam kelompok tani di Weda Utara Halmahera tengah menerima bantuan [Foto. Farraz]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/09/kl-tani-300x178.jpg)

![Penyerahan Nota Keuangan dan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim kepada Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Abdurrahman Arsyad [Foto.Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/09/2-1-300x178.jpg)
