PT Feni Haltim Tegaskan Komitmen Tangani Dugaan Pencemaran Perairan di Teluk Buli

jazirah Indonesia – Perusahaan tambang PT Feni Haltim (FHT) menyatakan komitmennya untuk menangani perhatian dan kekhawatiran masyarakat terkait kondisi perairan di wilayah Mabapura dan sekitarnya yang belakangan menjadi sorotan publik.

Dalam keterangan resminya, FHT menegaskan bahwa isu ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan.

FHT memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai ketentuan, standar pengelolaan lingkungan, serta prinsip kehati-hatian.

Berdasarkan hasil pemantauan awal di lapangan, kondisi perairan tersebut diduga terjadi pada periode dengan intensitas curah hujan tinggi yang memengaruhi sistem aliran air di area proyek.

Saat ini, perusahaan tengah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan air limpasan, termasuk fasilitas kolam sedimentasi dan sarana pendukung lainnya.

Sebagai langkah responsif, FHT telah menurunkan tim teknis dan tim lingkungan untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap area terdampak serta fasilitas perlindungan lingkungan.

Perusahaan juga melakukan perbaikan dan penyempurnaan sistem pengendalian dampak lingkungan.

Selain itu, FHT meningkatkan kapasitas pemantauan dan memperkuat mekanisme penanggulangan darurat, khususnya saat menghadapi curah hujan tinggi.

Selain itu, FHT akan mengevaluasi seluruh pihak pelaksana pekerjaan di lapangan. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan standar pengelolaan lingkungan, perusahaan memastikan akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

FHT juga menyatakan terus berkomunikasi dengan masyarakat setempat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar proses penanganan berjalan transparan, objektif, dan berbasis data.

Perusahaan menegaskan keterbukaannya terhadap proses verifikasi dan evaluasi dari pihak berwenang.

Ke depan, FHT berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala, memperkuat sistem mitigasi dan pemantauan lingkungan, serta menjaga komunikasi yang konstruktif dengan masyarakat.

Perusahaan turut mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif, sembari memberikan ruang bagi proses evaluasi dan penanganan yang tengah berlangsung.

FHT menegaskan akan menyelesaikan persoalan ini secara bertanggung jawab dengan tetap mengutamakan aspek lingkungan, keselamatan, dan kepentingan masyarakat.