Pemkot Tidore-Kejari Perkuat Kesadaran Hukum Pelajar Lewat Ajang DPSH 2026

Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore menggelar Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) jenjang SMP/MTs tingkat Kota Tidore Kepulauan Tahun 2026. Kegiatan yang diawali dengan pembukaan dan seleksi peserta tersebut berlangsung di Aula Handayani, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Selasa (14/7/2026).

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, penyelenggaraan DPSH merupakan bentuk kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Kejaksaan Negeri Tidore dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki kesadaran hukum sejak dini.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi langkah nyata dalam mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai bentuk pelanggaran hukum di kalangan pelajar.

“Ini adalah upaya konkret dan langkah pencegahan dini terhadap kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkoba. Para peserta yang terpilih dari berbagai kecamatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi rekan sejawatnya mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan negara,” ujar Muhammad Sinen.

Mantan Wakil Wali Kota Tidore dua periode ini juga mengingatkan dewan juri agar menjunjung tinggi objektivitas dalam proses penilaian sehingga peserta terbaik dapat terpilih untuk mewakili Kota Tidore Kepulauan pada tingkat nasional.

Ia berharap duta yang nantinya terpilih memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik sehingga mampu mengharumkan nama daerah sekaligus menjadi teladan dalam menumbuhkan budaya sadar hukum di kalangan pelajar.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tidore, Sabar Evryanto Batubara, menegaskan pentingnya menanamkan pemahaman hukum kepada generasi muda sejak usia dini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan tantangan era digital.

Menurutnya, sinergi antara lembaga penegak hukum dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi yang berkarakter, berintegritas, serta taat terhadap peraturan perundang-undangan.

“Kolaborasi antara institusi hukum dan dunia pendidikan menjadi poin utama untuk menciptakan pemimpin masa depan yang berkarakter dan taat aturan. Kami berharap para peserta mampu mengambil tanggung jawab ini, menyebarkan pengaruh positif, serta meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” kata Sabar Evryanto Batubara.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi, selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum dirancang sebagai sarana edukasi untuk membentuk karakter siswa yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap penegakan hukum.

Ia menyebutkan, sebanyak 14 tim perwakilan dari delapan kecamatan mengikuti seleksi DPSH tahun ini.

Kegiatan tersebut didanai melalui APBD Kota Tidore Kepulauan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan karakter dan kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan hadiah berupa kunjungan edukatif ke Jakarta bagi tim yang berhasil meraih juara utama.