oleh

Andalkan Pasokan Luar, Harga Cabai di Pasar Gosalaha Tidore Sulit Dikendalikan

banner 1200x500

Jazirah Indonesia – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Tidore Kepulauan mengakui harga cabai di pasar Gosalaha Kota Tidore Kepulauan mulai melonjak pada pekan ini.

Data Perindagkop per Jumat, 25 Februari 2022, untuk cabai keriting seharga Rp90 ribu per kg, sedangkan cabai rawit mencapai Rp100 ribu per kg.

“Dimana per 11 Februari lalu untuk
cabe keriting masih Rp60 ribu per kg dan cabe rawit Rp70 ribu per kg,” kata Kepala Bidang Fasilitasi Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perindagkop dan UKM, Andi Kirana, Sabtu (26/2/2022).

Kenaikan harga cabai tersebut menurut dia, dikarenakan cuaca buruk yang membuat pasokan cabai dari luar daerah terhambat. Hal ini pun diakui oleh pedagang pasar Gosalaha saat diwawancarai Jazirah Indonesia pada Jumat kemarin.

“Sesuai yang disampaikan pedagang di pasar Gosalaha, akibat cuaca buruk pedagang Jailolo yg selalu datang berjualan di Tidore setiap hari pasar besar (Selasa & Jumat) tidak bisa datang,” ucapnya.

Stok cabai di pasar Gosalaha sendiri masih bergantung dengan pasokan luar daerah seperti Manado, Sulawesi Utara serta Subaim dan Jailolo yang masih satu provinsi dengan Tidore.

Cuaca buruk juga menyebabkan pasokan cabai dan komoditi lainnya dari Sulawesi Utara yang dikirim melalui pelabuhan Bitung terkendala. Apalagi BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi dan angin kencang sehingga berdampak pula pada pelayaran.

Menurut Nana, sapaan Andi Kirana, sudah menjadi konsekuensi pada daerah kepulauan ketika cuaca buruk. Pengiriman komiditi antar pulau biasanya ditunggu hingga cuaca kembali pulih.

“Saat pasokan terganggu persediaan stok menipis, sehingga terjadi kelangkaan, sedangkan tingkat kebutuhan meningkat makanya harga jadi naik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pedagang di pasar tidak bisa mengandalkan stok lama ketika pasokan terlambat. Apalagi kualitas cabai tidak bisa bertahan lama dan cepat busuk.

“Seandainya kita bisa mengandalkan hasil pertanian cabe dari Tidore, tentunya masalah cuaca bukan menjadi pemicu kenaikan harga,” ucap Nana.

Dinas Perindagkop dan UKM terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga dan ketersediaan stok di pasar.

“Semoga cuaca semakin membaik dan transportasi (feri dari Bitung) kembali lancar, insya Allah harga juga kembali normal,” tandasnya.

Komentar