oleh

Mahasiswa Blokade Jembatan Suramadu, Jalur Surabaya Sempat Lumpuh

banner 1200x500

Jazirah Indonesia – Ratusan massa mahasiswa di pulau yang tergabung dalam gerakan ‘Trunojoyo Bergerak’  menggelar aksi di depan pintu masuk Jembatan Suramadu sisi Madura, Senin (11/4/2022). Akibatnya, arus lalu lintas menuju Surabaya lumpuh sekitar 30 menit.

Suara nyanyian Indonesia Raya dari massa aksi berbaur dengan terik akibat panas matahari. Massa membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan, ‘Trunojoy Bergerak, Lawan Oligarki, Runtuhkan Tirani, Suramadu Memanggil’.

.Koordinator aksi Abdurrahman Wahid mengatakan, kenaikan harga bahan bakar minyak dan sembako jadi masalah utama. Namun, kata dia, malah elite politik dan segelintir pejabat sibuk membahas wacana presiden tiga periode.

“Salah satu kemaslahatan umat disalahgunakan pemerintah dengan menaikkan harga minyak goreng dan BBM, ini sangat meresahkan. Padahal sesuai Undang-undang Dasar yang di mana ingin mengantarkan masyarakat di depan gerbang kemerdekaan,” ungkap Abdurrahman, dikutip tribunmadura.

lanjutnya,  “Atas nama rakyat kita memblokade Suramadu biar publik tahu hingga presiden bahwa impian masyarakat Madura beserta mahasiswa menolak wacana presiden tiga periode dan penolak penundaan pemilu 2024, BBM dan sembako saja timpang tidak ditangani,” kata Abdurrahman.

Masa meblokade Suramadu membuat arus lalu lintas kendaraan dari dan menuju Madura sedikit terhambat. Setelah blokade ini mahasiswa rencananya akan melanjutkan dengan menggelar aksi di Kantor DPRD Bangkalan.

Unjuk rasa juga terjadi di Kabupaten Sampang dan Pamekasan. Sejumlah tokoh agama di Sampang menggelar demonstrasi dengan tuntutan yang sama yakni menolak perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

Sementara di Pamekasan, mahasiswa menyegel ruang Kantor Ketua DPRD Pamekasan.

Penyegelan ini dipicu oleh kekesalan mahasiswa yang hendak berdialog dengan para wakil rakyat. Ketika mahasiswa memasuki gedung dewan, hanya ada dua anggota DPRD yang hadir dari total 45 anggota dewan.

Komentar