Jazirah Indoensia – Kasus mafia tanah di Desa Nusliko Kecamatan Weda, Halmahera Tengah (Halteng) akhirnya ditetapkan 3 orang sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut).
Dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, satu diantranya adalah WLT oknum pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Halteng, krmudian YI adalah Kepala Desa Nusliko dan pemohon sertifikat berinisial UB.
Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga mengatakan, penetapan tersangka ini dilakukan berdasarkan hasil ekspose tim penyidik.
“Dalam perkara memberi, menerima hadiah atau janji atau menjanjikan kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara untuk berbuat atau tidak berbuat dalam jabatannya (gratifikasi) pada Kantor BPN Halmahera Tengah tahun 2018,” kata Richard, saat konferensi pers, Rabu (24/8/2022).
Tersangka dalam kasus ini lanjutnya, diduga melanggar Pasal 5 atau Pasal 9 atau Pasal 11 UU Nomor 32 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Bahwa dalam penanganan perkara ini tidak menutup kemungkinan aka nada tersangka lainnya apabila telah memenuhi unsur dan dikaitkan dengan ketentuan Pasal 184 KUHAP,” tandasnya.





![Harmonisasi RDTR Kawasan Perkotaan Sofifi Tahun 2023-2043, Kamis (29/9/2022). [foto.Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/10/11-300x178.jpg)

![Presiden RI, Ir. Joko Widodo, saat berkunjung ke Sofifi Malut, Rabu (28/9/2022) [foto. Arby]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/09/44-300x178.jpg)
![Presiden RI, Ir. Joko Widodo resmikan Masjid Raya Shaful Khairaat Sofifi, Maluku Utara, Rabu (28/9/2022). [foto.Arby]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/09/55-300x178.jpg)
![Rapat Paripurna DPRD Kota Tidore Kepulauan ke-10 tentang tiga buah Ranperda Tahun 2022 di Gedung DPRD Kota Tikep, Selasa (27/9/22) [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/09/22-3-300x178.jpg)
Komentar