oleh

Kesimpulan Komnas HAM Soal Dugaan Pelecehan Istri Sambo Disebut Ganggu Penyidikan

Jazirah Indonesia – Kesimpulan soal dugaan pelecehan atas kasus kematian Brigadir J yang diungkapkan kembali kembali oleh Komnas HAM disebut malah mengganggu penyelidikansaat ini.

“Kesimpulan dari Komnas HAM itu malah offside dan malah mengganggu proses penyidikan yang sedang berjalan,” kata Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, Jumat (2/9/2022), dilansir dari republika.

banner 1200x500

Bambang beralasan, karena kasus kematian Brigadir J sudah masuk tahap penyidikan dengan lima tersangka. Bahkan laporan dugaan pelecehan itu sudah disetop Polri.

Bambang memandang dugaan pelecehan terhadap Putri bukan isu utama yang mesti disebut lagi.

Karena menurutnya, dugaan tersebutmasih minim bukti alias hanya mengandalkan klaim pihak Sambo.

“Saya kira itu tidak terlalu penting, karena selain itu masih sumir hanya berdasar pengakuan-pengakuan,” ujar Bambang.

Meski itu, poin lain kesimpulan Komnas HAM memang menetapkan kematian Brigadir J sebagai pembunuhan di luar hukum.

Komnas HAM juga mengakui adanya upaya menghalang-halangi proses hukum oleh Sambo cs.

“Yang terpenting adalah fakta ada pembunuhan yang dilakukan bersama-sama dan ditutup-tutupi bersama banyak aparat kepolisian kita,” ujar Bambang.

Bambang juga meminta publik memantau perkembangan kasus ini guna menyimak konsistensi penyidik. Ia mengungkapkan bisa saja penyidik justru berubah sikap usai menerima laporan Komnas HAM.

“Kita lihat saja konsistensi penyidik-penyidik Bareskrim ke depan. Apakah masih sama dengan pernyataan awal yang disampaikan oleh Kabareskrim tidak ada pelecehan seksual, atau mengikuti alur baru sesuai pengakuan Sambo ada tindakan yang mengganggu harkat martabatnya dan masuk dalam kesimpulan komnas HAM,” ujar Bambang.

Sebelumnya, dalam salah satu poin kesimpulannya Komnas HAM tetap menyatakan adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J.

Namun demikian, Komnas HAM mengakui adanya obstruction of justice atas peristiwa kematian Brigadir J, salah satunya membuat narasi bahwa peristiwa terjadi di Duren Tiga dan dilatarbelakangi tindakan Brigadir J yang diduga melakukan pelecehan seksual sambil menodongkan senjata api terhadap Putri serta menembak Bharada RE

“Terdapat dugaan kuat terjadinya peristiwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Saudari PC di Magelang tanggal 7 Juli 2022,” kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam laporan akhir hasil investigasi yang dibacakan pada Kamis (1/9/2022).

Komentar