Jazirah Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat penurunan jumlah penduduk miskin pada September 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 74,81 ribu orang atau 5,59 persen, turun dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menyampaikan bahwa angka tersebut menurun 2,46 ribu orang (0,22 persen poin) dibandingkan Maret 2025. Jika dibandingkan dengan September 2024, jumlah penduduk miskin bahkan berkurang 4,88 ribu orang (0,44 persen poin).
“Secara umum pada periode Maret 2015 hingga September 2025, tingkat kemiskinan di Maluku Utara berfluktuatif. Namun sejak Maret 2021 sampai September 2025, polanya cenderung menurun,” ujar Simon dalam rilis resmi, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin sempat terjadi pada Maret dan September 2020. Kondisi tersebut dipicu oleh pembatasan mobilitas masyarakat saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Maluku Utara.
Simon menegaskan, capaian September 2025 menjadi titik penting dalam perjalanan indikator kesejahteraan daerah. “Persentase penduduk miskin pada September 2025 berada pada level terendah dalam dua dekade terakhir. Ini menandakan adanya perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
BPS mencatat, tren penurunan kemiskinan ini mencerminkan mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat serta membaiknya daya beli rumah tangga pascapandemi.
Dengan capaian tersebut, Maluku Utara menunjukkan sinyal positif dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial di kawasan timur Indonesia.







![Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meninjau RSUD Maba, Halmahera Timur. Menkes didampingi Gubenur Malukuy Utara Sherly Tjoanda dan Bupati Ubaid Yakub. [Foto. Ist].](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2026/01/3-7-300x178.jpg)

