Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional Tahun 2026 guna menghasilkan data yang akurat sebagai dasar perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Komitmen tersebut ditegaskan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tidore Kepulauan, Taher Husain, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memimpin rapat monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 di Ruang Rapat Sekda, Rabu (15/7/2026).
Taher Husain mengatakan, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan sensus ekonomi karena memiliki peran strategis dalam memotret kondisi perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Menurutnya, data yang dihasilkan melalui sensus ekonomi akan menjadi dasar dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan yang tepat sasaran di tengah dinamika pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang.
“Sensus ekonomi ini juga sebelumnya telah diinstruksikan oleh Bapak Wali Kota kepada seluruh masyarakat, baik ASN, PPPK maupun masyarakat umum, untuk mendukung pelaksanaan sensus. Karena itu, kami berharap koordinasi dengan para camat, lurah dan kepala desa terus diperkuat agar setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan dengan baik sehingga pelaksanaan sensus ekonomi di Kota Tidore Kepulauan berjalan aman dan lancar,” ujar Taher.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tidore Kepulauan, Oki Adrizal, mengungkapkan bahwa capaian pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional 2026 di Kota Tidore Kepulauan yang dimulai sejak 15 Juni 2026 hingga saat ini baru mencapai 29,79 persen responden.
Menurutnya, capaian tersebut masih tergolong rendah sehingga dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat proses pendataan dan mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kami memohon bantuan para camat, lurah dan kepala desa untuk mendukung petugas sensus di setiap kelurahan dan desa agar pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dapat berjalan sukses. Data ini sangat penting dalam menggambarkan perubahan aktivitas ekonomi di daerah,” kata Oki.
Oki berharap sinergi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, BPS, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, serta seluruh masyarakat dapat menghasilkan basis data ekonomi yang akurat dan berkualitas sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.








