Jazirah Indonesia – Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara melonjak 29,81 persen secara tahunan (yoy), salah satu yang tertinggi di Indonesia, namun masih terkonsentrasi pada industri pengolahan berbasis nikel.
Kondisi ini menimbulkan tantangan tersendiri, bagaimana menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi seluruh masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Maluku Utara, Muhammad Priandi, menekankan bahwa belanja pemerintah harus menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi wilayah kepulauan.
“Pertumbuhan yang tinggi perlu dijaga kualitasnya. Ketergantungan pada industri nikel harus diimbangi sektor lain yang manfaatnya lebih merata, seperti kelautan, perikanan, dan jasa maritim,” ujar Priandi, dikutip dari Haliyora.id, Rabu (11/2/2026).
Menurut Priandi, meski inflasi Maluku Utara tercatat 1,63 persen pada Desember 2025 dan relatif terkendali, serta kemiskinan menurun menjadi 5,59 persen, tingkat pengangguran justru naik 6,12 persen. Fakta ini menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi belum sepenuhnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat, sehingga diperlukan intervensi fiskal yang tepat sasaran.
Optimalisasi belanja negara, kata Priandi, harus diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar pulau, infrastruktur pelabuhan, dan rantai pasok perikanan tangkap maupun budidaya. Langkah ini tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga mengurangi ketergantungan ekonomi pada sektor ekstraktif secara bertahap.
“Belanja negara harus menjadi katalisator transformasi ekonomi. Dengan penguatan sektor bahari dan maritim, kita bisa mendorong pertumbuhan lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tegas Priandi.
DJPb Maluku Utara melihat momen pertumbuhan tinggi ini sebagai peluang strategis untuk mengembangkan sektor padat karya berbasis ekonomi masyarakat, sehingga manfaat ekonomi bisa lebih merata. Dengan demikian, fondasi ekonomi jangka panjang wilayah kepulauan akan lebih kuat, tidak hanya mengandalkan nikel, tetapi juga sektor yang mendukung kehidupan masyarakat secara langsung.





