Jazirah Indonesia – 6 bulan ke depan akan dilaunching sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang kearsipan untuk wilayah Indonesia Timur, tepatnya di bulan januari 2023 mendatang.
Olehnya seluruh OPD agar sekiranya menyetujui untuk dibuatkan sosialisasi terkait aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI).
Ini disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Ade Rakib saat rapat koordinasi pembentukan tim pembina kearsipan daerah dalam rangka percepatan implememtasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang berlangsung di Ruang Rapat Walikota, Selasa (5/7/2022).
Rapat itu bertujuan kata Ade, menindaklanjuti surat dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang meminta agar pemerintah daerah membentuk tim pembina kearsipan di daerah,
Rapat juga membahas dalam percepatan implememtasi SRIKANDI sebagaimana diamanatkan dalam keputusan MENPAN RB Nomor 679 Tahun 2020 tentang aplikasi umum bidang kearsipan dinamis.
Dimana merupakan salah satu indikator penilaian penerapan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Dia meminta kesepakatan dari seluruh OPD agar menyetujui untuk dibuatkan sosialisasi terkait aplikasi SRIKANDI yang akan disampaikan langsung oleh tim dari ANRI.
Sementara Plt. Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Budi Mustafa mengatakan, terkait dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik di bidang kearsipan yaitu aplikasi SRIKANDI, dari Kementerian Kominfo sudah serahkan ke ANRI.
Untuk akunnya, sudah dibuatkan yang juga disertai dengan tanda tangan digital, jika aplikasi ini disetujui maka proses pembuatan, pengiriman dan disposisi suratnya nanti melalui tanda tangan digital.
Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo dalam arahannya mengatakan, kearsipan penting di era 4.0. segala sesuatu menggunakan aplikasi.
Begitu pula lanjutnya, dengan sistem kearsipan juga dalam jangka waktu 6 bulan kedepan sudah berbasis elektronik, jika tetap bertahan dengan sistem manual maka Kota Tidore Kepualaun tidak akan berkembang dan ketinggalan zaman.
“Kita semua tahu, bahwa sekarang kita berada di era 4.0, maka segala sesuatu berujungnya ke aplikasi, jadi IT yang diutamakan, oleh karena itu di kesempatan ini kita harus rapat, karena 6 bulan kedepan sistem kearsipan ini sudah berbasis elektronik, jadi jangan sampai ketinggalan zaman, kalau misalnya 6 bulan kedepan kita tetap pada sistem manual maka Tidore tidak berkembang,” tutur Ismail.
Lebih lanjut, Ismail juga berharap sumber daya manusia di Kota Tidore Kepualauan harus lebih bagus, Tidore juga harus menjadi Pilot Project dalam pengelolaan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Dia menghimbau kepada semua OPD untuk mengikuti kegiatan terkait sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) yang rencananya akan diselenggarakan dalam waktu dekat sebelum dilaunching 6 bulan mendatang.





![Seorang pemuda ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di bawah kolom jembatan Wai Maka Kecamatan Sulabesi Tengah Kabupaten Kepulauan Sula [Foto. Riski]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/05/99-300x178.jpg)

![[Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada para pendukung yang berkumpul di luar kediamannya setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden Turkiye di distrik Kisikli di Istanbul. Foto. Kantor Pers Kepresidenan].](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/05/88-300x178.jpg)

![Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memberikan arahan usai Apel Akbar Stunting di Pelataran Pantai Tugulufa [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2023/05/Wakil-Walikota-Tidore-Kepulauan-Muhammad-Sinen-memberikan-arahan-usai-Apel-Akbar-Stunting-di-Pelataran-Pantai-Tugulufa-Foto.-Ist-300x178.jpg)
Komentar