Jazirah Indonesia – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan krisis air bersih yang dapat terjadi akibat kondisi iklim kering dan menurunnya curah hujan.
Imbauan tersebut disampaikan menindaklanjuti informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi fenomena El Niño yang dapat memengaruhi pola iklim serta meningkatkan risiko kekeringan berkepanjangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar, Selasa (1/9/2026), meminta masyarakat melakukan langkah-langkah antisipasi sejak dini.
“Masyarakat diimbau menggunakan air bersih secara bijak, memaksimalkan penampungan air, serta menjaga kebersihan dan keamanan sumber-sumber air dari pencemaran,” imbau Muhammad melalui poin-poin imbauan resmi yang dikeluarkan BPBD.
Selain mengantisipasi krisis air bersih, BPBD mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta tidak membuka lahan, membersihkan kebun, maupun membuang sampah dengan cara dibakar.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan semak belukar, hutan, dan lahan kering.
Di sektor pertanian, petani diminta menyesuaikan pola tanam dengan memilih komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca kering, seperti tanaman palawija. Perbaikan saluran irigasi juga dinilai penting untuk mengoptimalkan distribusi air ke lahan pertanian.
“BPBD juga meminta masyarakat mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) maupun patroli karhutla di wilayah yang rawan kebakaran,” ungkap Muhammad.
BPBD meminta setiap kejadian titik api, krisis air bersih, maupun dampak kekeringan lainnya segera dilaporkan kepada RT/RW, pemerintah desa/kelurahan, atau pihak terkait.
Untuk laporan dan informasi darurat, masyarakat dapat menghubungi nomor 0813 8274 4481 atas nama Soleman Sangaji.
Selain langkah mitigasi bencana, BPBD juga mengajak masyarakat Muslim melaksanakan Salat Istisqa, yakni salat sunnah untuk memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan ketika terjadi kekeringan berkepanjangan.
BPBD Kota Tidore Kepulauan menegaskan bahwa kesiapsiagaan bersama menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko bencana, menjaga ketersediaan air, serta melindungi keselamatan masyarakat selama periode cuaca kering.






![Warga mengamankan barang berharga miliknya dari rumahnya yang rusak akibat diterjang material guguran awan panas Gunung Semeru [foto Antara]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/12/Warga-mengamankan-barang-berharga-miliknya-dari-rumahnya-yang-rusak-akibat-diterjang-material-guguran-awan-panas-Gunung-Semeru-foto-Antara-300x178.jpg)


