Tinjau TPA Takome, Gubernur Sherly Akui Tak Sampai Sejam Sudah Sesak Napas

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Kota Ternate, Maluku Utara, belum sepenuhnya teratasi setelah hampir dua pekan penanganan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyebut pemadaman baru mencapai sekitar 70 persen. Pemerintah Kota Ternate pun mengevaluasi kemungkinan memperpanjang status tanggap darurat selama tujuh hari.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda meninjau lokasi kebakaran pada Kamis (15/10/2026). Ia meminta petugas memastikan seluruh titik api padam sebelum penanganan dihentikan. Menurut dia, api berpotensi kembali membesar jika masih ada titik yang belum tertangani.

“Ini titik krusial karena harus tuntas 100 persen. Kalau tidak tuntas, kemudian didiamkan, api bisa membesar lagi,” kata Sherly.

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sejak 3 Oktober itu memaksa petugas bekerja di tengah panas, asap tebal, dan keterbatasan perlengkapan. Sherly mengaku mengalami sesak napas meski baru sebentar berada di lokasi.

“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas semua upaya yang sudah dilakukan. Saya tadi belum sampai satu jam sudah sesak napas. Bapak-bapak di sini sudah dua minggu menghadapi kondisi yang tidak mudah,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, Sherly didampingi Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Wali Kota Ternate Tauhid Soleman, dan Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar.

Status tanggap darurat kebakaran TPA Takome telah berlangsung selama 14 hari. Wali Kota Ternate Tauhid Soleman mengatakan pemerintah akan mengevaluasi status tersebut pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan mempertimbangkan laporan terbaru dari petugas di lapangan.

“Besok kita akan evaluasi. Nanti besok ada rapat evaluasi, apakah dengan kondisi saat ini kita stop untuk tanggap darurat atau ada pertimbangan lain. Itu semua nanti ada laporan terkini dari mereka yang di lapangan,” kata Tauhid.

Ia mengatakan pemerintah akan memperpanjang masa tanggap darurat sekitar tujuh hari jika kebakaran belum tuntas. Dengan begitu, masa penanganan dapat bertambah dari 14 menjadi 21 hari. “Kalau memang besok ternyata keadaan belum tuntas, kita akan tambah waktu kurang lebih 7 hari. Jadi 14 + 7,” ujarnya.

Tauhid mengatakan penyebab kebakaran masih ditelusuri. Akumulasi sampah dalam jumlah besar dan kondisi kemarau panjang diduga berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Namun, pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti kebakaran.

“Kalau penyebab ini kan akumulasinya banyak ya, apakah memang terbakar atau memang dalam kondisi situasi kemarau yang panjang itu akumulasi seperti itu. Tapi kita lebih fokus pada upaya untuk pemadaman,” kata Tauhid.

Pemerintah saat ini memprioritaskan pemadaman sebelum melakukan penanganan lanjutan. Upaya tersebut didukung sejumlah alat berat, kendaraan pengangkut, dan armada pemasok air.

Saat ini, empat unit ekskavator dikerahkan untuk penanganan kebakaran. Dua unit berasal dari Pemerintah Kota Ternate dan dua lainnya dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Pemerintah kota juga menyediakan lima dump truck, sedangkan Balai Sumber Daya Air (SDA) mengerahkan dua mobil tangki air.

Balai SDA dijadwalkan menambah dua mobil tangki air mulai Jumat. Tim juga akan melakukan survei geolistrik untuk mencari sumber air yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumur bor guna memenuhi kebutuhan pemadaman.

Dukungan lainnya meliputi penggantian selang mobil pemadam yang rusak, penyediaan nosel panjang untuk menjangkau bagian dalam timbunan sampah, tambahan 200 masker dari Sampoerna, serta satu unit mobil pemadam kebakaran dari Antam. Brimob dan Polres Ternate turut membantu pemadaman menggunakan kendaraan water cannon.

Selain memastikan api padam, pemerintah menaruh perhatian pada dampak asap terhadap kesehatan petugas dan masyarakat di sekitar TPA Takome.

Sherly mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara akan menyiagakan tim kesehatan di lokasi mulai Jumat. Petugas akan menyediakan multivitamin dan oksigen untuk mendukung personel yang bekerja di area terdampak asap.

Sementara itu, Tauhid mengatakan pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di desa-desa sekitar untuk menggunakan masker. Namun, ia tidak merinci tingkat kepatuhan warga terhadap imbauan tersebut. “Kalau itu sudah ada imbauan,” kata Tauhid.

Hingga Kamis, pemadaman kebakaran TPA Takome belum mencapai 100 persen. Pemerintah Kota Ternate akan menentukan kelanjutan status tanggap darurat berdasarkan perkembangan penanganan dan laporan petugas di lapangan pada Jumat (16/10/2026) besok.