Jazirah Indonesia – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun (FIB Unkhair) menggelar pemaparan visi, misi, dan program kerja bakal calon dekan periode 2026–2030 di Aula FIB, Kampus II Unkhair, Ternate, Rabu (4/2/2026).
Sebanyak tiga bakal calon dekan mengikuti kegiatan tersebut, yakni Nurain Jalaluddin, S.S., M.A, Ismail Maulud, S.S., M.Hum, dan Dr. Jusan Hi. Yusuf, M.Si. Ketiganya menyampaikan gagasan kepemimpinan yang menitikberatkan pada penguatan mutu akademik, tata kelola fakultas, pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan daya saing FIB Unkhair berbasis kepulauan dan kemajemukan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Khairun, Hasan Hamid, mengatakan proses penjaringan calon dekan telah dilaksanakan sesuai statuta universitas dengan prinsip akuntabel dan demokratis. Ia mengapresiasi panitia penjaringan atas terselenggaranya tahapan pemaparan secara tertib dan transparan.
Menurut Hasan, pemaparan visi dan program kerja menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan gagasan calon dekan dengan Rencana Strategis Unkhair serta kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap ketepatan waktu studi mahasiswa, peningkatan kualitas akademik, serta penguatan pendapatan non-UKT sebagai bagian dari kinerja kelembagaan fakultas.
Dekan FIB Unkhair, Nurprihatina Hasan, menilai pemaparan visi dan misi sebagai forum akademik penting bagi civitas fakultas untuk mencermati arah pengembangan FIB ke depan. Menurutnya, FIB Unkhair mengelola lima program studi dengan karakter keilmuan berbeda yang berada di bawah tiga lembaga akreditasi mandiri.
“Kondisi ini menuntut kepemimpinan fakultas yang memahami regulasi nasional dan sistem penjaminan mutu berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, calon dekan FIB, Nurain Jalaluddin mengusung visi menjadikan FIB Unkhair unggul dan berdampak dalam pengembangan kebudayaan kawasan Timur Indonesia berbasis kepulauan dan kemajemukan. Ia menilai lima program studi di FIB merupakan representasi kekuatan kebudayaan daerah yang perlu dikelola secara strategis dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ismail Maulud menyampaikan visi membangun FIB yang unggul, mandiri, dan berdaya saing global dalam pengembangan kebudayaan berbasis kepulauan serta menjadi mitra strategis industri. Program yang ditawarkan antara lain penguatan sumber daya dosen, percepatan pengusulan guru besar, peningkatan publikasi ilmiah, serta pengembangan riset kolaboratif.
Adapun Dr. Jusan Hi. Yusuf mengusung visi membangun FIB Unkhair yang unggul, inovatif, berdaya saing, dan transformatif. Fokus program kerjanya mencakup peningkatan mutu akademik, pembukaan program studi vokasi dan pascasarjana, percepatan masa studi mahasiswa, serta standarisasi layanan akademik berbasis teknologi.
Ketua Panitia Penjaringan Calon Dekan FIB Unkhair, Jainul Yusup, mengatakan proses penjaringan telah berlangsung hampir dua bulan sesuai surat keputusan rektor dan statuta universitas. Dari lima pendaftar yang lolos seleksi administrasi, panitia menetapkan tiga calon untuk mengikuti tahap pemaparan visi dan misi.
“Hasil pemaparan ini akan dilaporkan kepada Senat FIB untuk dibuatkan berita acara, kemudian diteruskan kepada Rektor Unkhair sebagai bahan pertimbangan penetapan dekan terpilih,” kata Jainul.






