Jazirah Indonesia – Dinamika pemilihan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Tongowai (IPPT) mewarnai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) yang berlangsung 3–4 Oktober 2026. Dari sembilan nama yang mengemuka, proses verifikasi akhirnya menyisakan satu calon hingga Husdi Wahid ditetapkan secara aklamasi.
Ketua Panitia Pelaksana Mubes IPPT, Fajjin Amiiq Tarwan, mengatakan proses musyawarah berlangsung sebagai bagian dari regenerasi organisasi sekaligus merespons semangat pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kelurahan Tongowai untuk kembali mengambil peran dalam berbagai kegiatan IPPT.
Menurut Fajjin, dalam perjalanan kepengurusan sebelumnya terdapat sejumlah bidang yang belum dapat berjalan secara optimal.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi yang kemudian mendorong perlunya penyegaran kepengurusan, terlebih masa kepengurusan sebelumnya juga telah melewati masa periode.
“Banyak keinginan dari pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk mengambil peran dan membuat kegiatan. Mubes menjadi ruang untuk kembali menyalurkan semangat tersebut,” kata Fajjin.
Mahasiswa semester akhir Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Khairun (Unkhair) Ternate itu menegaskan, kondisi tersebut bukan berarti kepengurusan sebelumnya tidak berjalan.
Ketua umum sebelumnya masih aktif melakukan komunikasi dan menjalankan sejumlah program serta kegiatan organisasi, meskipun belum seluruh agenda dapat terlaksana secara maksimal.
Dalam proses persiapan Mubes, panitia tetap melakukan komunikasi dan konsultasi dengan ketua umum sebelumnya.
Kepanitiaan juga dibentuk melalui surat keputusan dari kepengurusan IPPT sebelumnya sehingga tahapan persiapan hingga pelaksanaan Mubes dapat berjalan.
“Koordinasi tetap berjalan bersama ketua umum sebelumnya, sehingga seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan Mubes dapat terlaksana,” ujarnya.
Dinamika musyawarah kemudian terlihat saat pembahasan mengenai mekanisme dan kriteria calon Ketua IPPT pada Pleno IV.
Pembahasan sempat berlangsung cukup panjang karena terdapat sejumlah pandangan dari peserta, namun seluruhnya dapat diselesaikan melalui proses musyawarah.
Dalam penjaringan bakal calon, sembilan nama sempat mengemuka. Nama-nama tersebut kemudian mengikuti proses verifikasi untuk memastikan terpenuhinya persyaratan pencalonan.
Setelah melalui tahapan tersebut, terdapat beberapa nama yang belum memenuhi persyaratan, sementara sebagian lainnya memilih mengundurkan diri. Hingga akhirnya hanya satu calon yang memenuhi persyaratan sekaligus menyatakan kesiapan untuk memimpin organisasi.
“Dari sembilan nama yang mengemuka, setelah melalui verifikasi akhirnya tersisa satu calon yang memenuhi persyaratan dan siap memimpin,” jelas Fajjin.
Dengan hanya satu calon yang memenuhi persyaratan, proses pemilihan kemudian berakhir secara aklamasi. Husdi Wahid ditetapkan sebagai Ketua IPPT untuk periode kepengurusan berikutnya.
Fajjin mengatakan, terbentuknya kepengurusan baru diharapkan tidak sekadar menjadi pergantian struktur organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperluas ruang partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, pemuda, pelajar dan mahasiswa di Kelurahan Tongowai memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pendidikan, kreativitas, olahraga, sosial kemasyarakatan maupun kegiatan positif lainnya.
IPPT diharapkan dapat menjadi wadah yang semakin terbuka bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan kreativitas, sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap pengurus baru dapat membawa perubahan dan mengembangkan potensi pemuda ke depan,” tutup Fajjin.








![Wali Kota Ali Ibrahim dan Wakil Wali Kota Muhammad Sinen, menemui massa aksi dari Kecamatan Tidore Timur di halaman Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan. [Foto: Nurkholis Lamaau/Jazirah Indonesia]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/09/3-300x178.jpg)
