Jazirah Indonesia – Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan siap dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait ‘Blok Medan’ di kasus dugaan korupsi mantan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.
Mantu Presiden Joko Widodo itu mengatakan akan mengikuti prosedur hukum termasuk apabila KPK memanggilnya. “Saya ikut aja ya, saya ikut aja pokoknya,” ujar Bobby, dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (09/8/2024).
Pernyataan ini menanggapi permintaan mantan Menko Polhukam Mahfud MD agar KPK memeriksa Bobby dan istrinya Kahiyang Ayu terkait kasus ini.
Sebelumnya, Mahfud MD menyatakan bahwa KPK tidak boleh mengabaikan kasus ini hanya karena dugaan keterlibatan Kahiyang dan Bobby, yang merupakan anggota keluarga Presiden Jokowi.
“KPK tidak boleh membiarkannya, tetapi karena ini belum waktunya, belum vonis, meskipun sudah menjadi fakta persidangan, kita lihat vonisnya dulu kayak apa,” kata Mahfud MD, dikutip dari Youtube Mahfud MD Official, Selasa (06/8).
Mahfud MD meminta KPK agar dapat menjalankan perannya sebagai penegak hukum yang baik dengan menghilangkan kesan KPK tidak adil.
Oleh karena itu, menurutnya, Bobby seharusnya segera dipanggil dan diperiksa oleh KPK. Jika memang tidak terlibat dalam korupsi tersebut, maka Bobby seharusnya tidak perlu takut menjalani pemeriksaan.
“Menurut saya kalau ingin menegakkan hukum dengan benar, menghilangkan kesan bahwa (KPK) tidak pandang dulu, seharusnya Bobby dipanggil. Kalau enggak (terlibat korupsi) seharusnya enggak usah takut,” kata Mahfud.
Diketahui, awal isu Blok Medan mencuat ketika Kepala Dinas ESDM Maluku Utara Suryanto Andili dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba (AGK) di Pengadilan Negeri Ternate pada Rabu (31/7).
Dalam kasus ini, Abdul Gani Kasuba disebut terlibat dalam pengaturan IUP perusahaan yang diduga dimiliki Bobby Nasution. Abdul Gani Kasuba menggunakan kode ‘Blok Medan’ dalam memuluskan pengurusan izin usaha pertambangan di Maluku Utara.
Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Andi Lesmana, lalu menanyakan istilah Blok Medan tersebut. “Istilah itu merupakan nama perusahaan ataukah nama orang? Kenapa Medan?” ujar Andi Lesmana.






![Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Muhammad Abubakar mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan menerima pengahragaan pada acara Penganugerahan Garda Nasional Bumi dan Bencana (Garnas Buana) Award Tahun 2022, di Hotel Mulia Senayan, Jakarta pada Selasa (20/12/2022) Malam. [Foto. Ist.]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/12/1-3-300x178.jpg)


![Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati. [Foto. dpr.go.id]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/12/20201002_1513121-300x178.jpg)
![Audiensi bersama perwakilan pedagang Kota Tidore Kepulauan dengan Pemda Kota Tidore di Ruang Rapat Wali Kota, Senin (19-12-2022). [Foto. Ist]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2022/12/Audiensi-bersama-perwakilan-pedagang-Kota-Tidore-Kepulauan-dengan-Pemda-Kota-Tidore-di-Ruang-Rapat-Wali-Kota-Senin-19-12-2022.-Foto.-Ist-300x178.jpg)