Jazirah Indonesia – Proses seleksi Direktur Perumda Air Minum Ake Mayora mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Tidore Kepulauan.
Ketua Komisi III DPRD, Ardiansyah Fauji, menegaskan bahwa figur yang terpilih nantinya harus memiliki kapasitas manajerial yang kuat, inovatif, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan internal yang selama ini membebani kinerja perusahaan daerah tersebut.
Ardiansyah menilai, Perumda Air Minum Ake Mayora saat ini menghadapi tantangan cukup kompleks, mulai dari persoalan manajemen hingga kondisi keuangan yang terus mengalami defisit setiap tahun.
Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya berpengalaman, tetapi juga memiliki strategi pengelolaan yang efektif agar perusahaan dapat dikelola secara sehat dan profesional.
“Yang terpilih nanti harus benar-benar memiliki kemampuan manajerial yang baik. Masalah di Perumda Air Minum Ake Mayora cukup banyak dan tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Dibutuhkan pemimpin yang kompeten, kreatif, dan inovatif,” tegas Ardiansyah.
Ia menjelaskan, salah satu tugas utama direktur baru adalah menekan angka defisit melalui pembenahan sistem manajemen dan peningkatan efisiensi kerja.
Selain itu, penataan kondisi internal organisasi dinilai menjadi langkah krusial untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau internalnya sudah tertata dengan baik, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan lebih maksimal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ardiansyah menekankan pentingnya penerapan sistem pembayaran rekening air berbasis digital. Menurutnya, aplikasi pembayaran berbasis mobile yang dimiliki Perumda Ake Mayora sudah tersedia, namun belum dimanfaatkan secara optimal.
“Aplikasi berbasis mobile system pembayaran rekening air minum Perumda Ake Mayora ini sebenarnya sudah ada, tapi belum efektif dijalankan. Kami berharap aplikasi ini segera diterapkan agar dapat menekan tingkat kebocoran.
Selain itu, sistem ini juga menjadi solusi strategis untuk meningkatkan transparansi dan mempermudah layanan kepada pelanggan,” katanya.
Ardiansyah juga berharap proses seleksi Direktur Perumda Air Minum Ake Mayora dapat berlangsung secara transparan, profesional, serta sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap hasil seleksi yang dilakukan pemerintah daerah.
Ia menambahkan, Perumda Air Minum Ake Mayora tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki fungsi sosial karena berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan air bersih.
“Pelayanan dan kualitas air bersih sangat berkaitan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sehingga direktur yang terpilih harus mampu menjawab tantangan tersebut,” pungkasnya.





![Gerbang utama Pasar Tradisional Gamalama Bahari Berkesan 3 Kota Ternate. [Nurkholis Lamaau/Jazirah Indonesia]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/09/Pasar-Tradisional-Gamalama-jd-300x178.jpg)
![Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, daerah pemilihan Provinsi Maluku Utara, Husain Alting Syah. [Foto Istimewa]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/09/Anggota-Dewan-Perwakilan-Daerah-RI-daerah-pemilihan-Provinsi-Maluku-Utara-Husain-Alting-Syah.-Foto-Istimewa-300x178.jpg)
![Kondisi jalan di kawasan Gunung Mamae, menuju Desa Sumber Makmur, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. [Dok: Fajri Yamin/Warga Desa Kebun Raja]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/09/3-1-300x178.jpg)

![Kapal Motor Simba 1. [Foto: Istimewa]](https://jazirah.id/wp-content/uploads/2021/09/5-300x178.jpg)