Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah.
Hal tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan Syofyan Saraha saat menerima audiensi Direksi PT Ide Bangsa Mahardika (SmartId) Suhartono Winoto bersama tim di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Selasa (21/7/2026).
Syofyan mengatakan, Pemkot Tidore Kepulauan terus memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung peningkatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
“Semoga ke depan kerja sama antara Pemkot Tidore dengan tim SmartId dapat berjalan dengan baik dalam mendukung tata kelola pemerintahan daerah. Kita juga dapat membahas dan mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan dalam kerja sama ini,” kata Syofyan.
Dalam kesempatan tersebut, Syofyan juga menyambut kedatangan tim SmartId di Kota Tidore Kepulauan.
Ia menyebut Tidore sebagai daerah yang memiliki wilayah relatif kecil, namun menyimpan sejarah besar dan memiliki peran penting dalam perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tidore sangat kecil, namun sejarahnya sangat besar dan luas. Kota Tidore juga telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 12 kali berturut-turut dan 11 kali meraih penghargaan Adipura sebagai kota kecil terbersih,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kota Tidore Kepulauan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Direksi PT Ide Bangsa Mahardika (SmartId) Suhartono Winoto menjelaskan, SmartId merupakan platform berbasis teknologi informasi sekaligus konsultan tata kelola organisasi yang berpusat di Kota Malang. Lembaga tersebut berfokus pada penguatan kinerja birokrasi.
“Kami menjadi mitra strategis pemerintah, namun tidak bergerak pada aspek fisik. Kami tidak berperan sebagai konsultan fisik atau infrastruktur, tetapi lebih fokus pada penguatan soft skill dan tata kelola pemerintahan,” jelas Suhartono.
Ia mengatakan, SmartId siap mendukung berbagai kebutuhan pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola, perencanaan maupun aspek lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan.
“Kami juga mendukung berbagai hal yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan. Banyak hal yang nantinya dapat kita kolaborasikan di seluruh aspek untuk memperbaiki tata kelola, perencanaan maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan pemerintahan,” sambungnya.
Suhartono menjelaskan, SmartId memiliki tiga layanan utama yang ditawarkan, yakni smart consulting berupa pendampingan penyusunan dokumen strategis pemerintahan, smart course dan bimbingan teknis, serta smart software service berupa pengembangan aplikasi untuk mendukung tata kelola pemerintahan.
“Kami akan melakukan pendampingan di setiap layanan. Prinsip yang kami tawarkan bukan hanya pekerjaan selesai, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para ASN yang ada di Pemkot Tidore,” jelasnya.
Turut hadir dalam audiensi tersebut para Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota serta pimpinan OPD terkait.









