Empat Desa di Halbar Dilanda Krisis Air Bersih, Irine Salurkan 80 Ribu Liter Air

Jazirah Indonesia – Anggota DPR RI Irine Yusiana Roba Putri kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi warga di empat desa di Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Sabtu (1/8/2026).

Bantuan tersebut diberikan setelah Tim Irine Center menerima laporan warga terkait kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau yang melanda wilayah tersebut selama beberapa bulan terakhir.

Empat desa yang terdampak krisis air bersih, yakni Desa Adu, Desa Ngawet, Desa Nanas, dan Desa Jere.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Irine Center segera menyampaikan kondisi warga kepada Irine Yusiana Roba Putri. Anggota DPR RI asal Maluku Utara itu kemudian merespons dengan mengalokasikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga di empat desa tersebut.

Setiap desa mendapat kuota sebanyak 20.000 liter air bersih atau setara empat tangki mobil dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.

Tim Irine Center Halmahera Barat yang dikoordinasikan PIC Kecamatan Ibu Selatan, Nengsi Megawati Katiandago, bergerak melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa di wilayah terdampak.

“Kami mulai melakukan koordinasi dengan pemerintah desa sejak Jumat, 31 Juli 2026. Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, kami baru dapat mendistribusikan bantuan ke dua desa, yakni Desa Adu dan Desa Ngawet,” ujar Nengsi.

Ia menjelaskan, pendistribusian bantuan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena hanya satu unit mobil tangki yang beroperasi.

“Kuota setiap desa sebanyak empat tangki. Namun, hari ini kami baru bisa menyalurkan dua tangki ke Desa Adu dan dua tangki ke Desa Ngawet karena hanya ada satu unit mobil yang beroperasi,” katanya.

Menurut Nengsi, distribusi bantuan akan dilanjutkan pada Minggu (2/8/2026) setelah ibadah, apabila kondisi memungkinkan.

“Insyaallah, besok kami tuntaskan sisa distribusi di Desa Adu dan Desa Ngawet. Setelah itu, pada Senin kami akan bergeser ke Desa Nanas dan Desa Jere,” tambahnya.

Kepala Desa Ngawet, Robert Salu, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan Irine Yusiana Roba Putri.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena air merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi masyarakat, terutama di tengah keterbatasan pasokan air bersih yang dialami warga.

“Air merupakan kebutuhan penting dan mendesak untuk dipenuhi. Oleh karena itu, bantuan Ibu Irine pada situasi seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujar Robert.

Ia mengungkapkan, ketersediaan air bersih di Desa Ngawet belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga secara merata. Kondisi itu dipengaruhi keterbatasan kapasitas mesin pompa serta tingginya biaya listrik untuk mengoperasikan pompa setiap hari.

Robert berharap Tim Irine Center dapat mengumpulkan data mengenai kondisi riil di lapangan dan menyampaikannya kepada Irine Yusiana Roba Putri agar persoalan krisis air bersih dapat diperjuangkan di tingkat pusat.

“Kami berharap ada solusi setelah Tim Irine Center mengumpulkan data kondisi riil di lapangan dan melaporkannya kepada Ibu Irine untuk diperjuangkan di Senayan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Adu, Orpa Muyu, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan Irine Yusiana Roba Putri.

Ia mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu warga yang selama ini harus mengantre untuk mendapatkan air dari pipa yang terhubung dengan sumur.

“Hari ini torang bersyukur karena mendapat bantuan air ini. Kalau tidak ada bantuan, torang harus mengantre di pipa dari sumur dan harus menunggu sampai berjam-jam,” ujar Orpa.

Menurutnya, warga Desa Adu selama ini juga harus mengambil air di Sarau atau menyewa ojek untuk mengantarkan air ke rumah.

“Puji Tuhan, hari ini Ibu Irine sudah membantu torang. Untuk sementara waktu, air ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama beberapa hari ke depan,” katanya.

Orpa berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pemerintah desa dapat bersama-sama mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda empat desa di Kecamatan Ibu Selatan.

“Semoga pemerintah dapat menemukan solusi agar persoalan kekurangan air bersih di empat desa ini bisa segera teratasi,” tutupnya.